Rabu, 06 Oktober 2021

7 Baju Susila Kalimantan Tengah Beserta Gambar Dan Penjelasannya

Baju Adat Kalimantan Selatan Beserta Gambar dan Penjelasannya | TradisiKita - Etnis Dayak yakni etnis terbesar yang tinggal di Provinsi Kalimantan Tengah, selain etnis Jawa, Banjar, Melayu, Madura, Sunda, Bugis, Batak, Flores, Bali dan lainnya.

Suku Dayak yang tinggal di Kalimantan Tengah sendiri terdiri dari beberapa sub etnis, diantaranya Suku Dayak Ngaju (Sub etnis terbesar), Bakumpai, Maanyan dll. Dalam hal kebudayaan atau tradisi, suku dayak ngaju sanggup saja mewakili kebudayaan suku adat Dayak pada umumnya. Demikian juga pada topik artikel kali ini mengenai baju adat Kalimantan Tengah.

Pada artikel kali ini yang akan mengupas mengenai 7  baju adat Kalimantan Tengah, kita akan melihat beberapa perwujudan kebudayaan suku dayak Ngaju yang ada di Kalimantan Tengah. Tradisi ini mulai dari baju adat yang sangat sederhana hingga baju adat yang sudah tersentuh teknologi pada dikala ini.

7 Baju Adat Kalimantan Tengah

Suku Dayak terutama yg berada pada Kalimantan Tengah, memiliki setidaknya 7 baju norma dari penelusuran menurut beberapa asal. Dan diberikut penjelasan tentang 7 Baju adat Kalimantan Tengah beserta gambarnya.

1. Baju Sangkarut

Baju Sangkarut merupakan baju istiadat suku Dayak Kalimantan Tengah yang disebut pula menggunakan Baju basulau, sebab yakni memang baju ini dilapisi Sulau ? Homogen kerang.

Baju Sangkarut dibuat dari serat serat daun nenas, serat daun lemba,  serat tengang atau serat nyamu. Kemudian pada serat daun tersebut digantungkanlah sulau (kulit kerang).

Baju Sangkarut yang merupakan baju adat Kalimantan Tengah ini sudah jarang sanggup ditemukan. Pada zaman lampau, baju sangkarut ini digunakan sebagai baju perang atau baju kebesaran untuk program pernikahan.

2. Baju Upak Nyamu

Baju upak nyamu merupakan pakaian adat tradisional yang dibuat dari kulit kayu nyamu yang dipipihkan sehingga sanggup digunakan sebagai materi pembuat pakaian dan ewah (cawat).Baju yang terbuat dari kulit nyamu ini kadang dibuat menyerupai rompi kadang juga dibuat menyerupai baju tanpa lengan.

tiga. Baju Pawang

Baju Pawang yakni baju yang digunakan oleh seorang BASIR atau ulama dalam kepercayaan agama Kaharingan kadab memberikan doa untuk mendatangkan hujan, sumbangan dari roh jahat dan mengobati orang yang sakit.

Seperti halnya 2 pakaian adat Kalimantan Tengah diatas, Pakaian pawang ini juga terbuat dari serat kayu atau serat flora khusus yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Setelah dipipihkan, lalu pakaian ini dihiasi dengan manik-manik dan umbaian-umbain benang.

4. Baju Tenunan

Suku dayak juga mempunyai tradisi tenun, hal ini terbukti dengan adanya beberapa baju tenun. Baju Tenunan ini digunakan juga sebagai pakaian perang dan juga pakaian sehari-hari. Sayangnya baju tenunan ini sudah sangat jarang ditemui. Bahan tenunan yang digunakan ialah serat tumbuh-tumbuhan menyerupai serat nyamu, serat nenas, dan beberap jenis flora lainnya.

5. Baju Anyaman Tikar

Selain baju tenunan masyarakat suku tata cara dayak ngaju juga memiliki baju anyaman tikar. Adapun luarnya umumnya ditempel hiasan tulang, kerang atau tabrakan kayu.

Baju istiadat Kalimantan Tengah ini dalam zaman lampau umumnya digunakan menjadi baju perang.

6. Baju Berantai

Baju berantai yakni semacam baju zirah yang terbuat menurut untaian-untaian besi, kemungkinan baju ini yakni pengaruh budaya luar, tetapi baju berantai memang dikenal beberapa suku di Kalimantan dan sang suku Moro pada Filipina, termasuk suku dayak di Kalimantan Tengah.

7. Baju Adat Kalimantan Tengah Saat Ini

Seperti Suku Dayak lainnya yang ada pada Pulau Kalimantan, Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah ini pula mempunyai pakaian tradisional yang dipercaya sebagai simbol peradaban warga di tempat tadi. Untuk kaum pria Kekomplitan sandang tradisional yg dikenakan yakni berupa rompi, kain epilog bab bawah sebatas lutut, ikat kepala berhiaskan bulu-bulu enggang, kalung manik-manik & ikat pinggang, dan tameng kayu beserta mandau dibagian pinggang.

Sementara kekomplitan baju tata cara Kalimantan Tengah yang dikenakan oleh kaum wanita yaitu berupa baju rompi, kain (rok pendek), ikat atau epilog kepala yang dihiasi bulu-bulu enggang, kalung manik-manik, ikat pinggang dan gelang tangan.

Bahan-bahan pembuatan pakaian tersebut memakai kulit kayu siren atau kayu nyamu menggunakan dibubuhi warna dan corak hias yg diilhami oleh keyakinan & mitologi yg berkembang pada warga buat mempercantik busana mereka. Selain dari kulit kayu suku Dayak Ngaju jua membentuk busana menurut serat alam yang disebut menggunakan busana norma kain tenun halus.

Seiring perkembangan zaman & berkembangan dibidang teknologi tenun dan pembuatan kain, maka baju tata cara Kalimantan Tengah pun mempunyai perkembangan yg cukup signifikan. Munculnya baju-baju modern yang dibuat dari kain namun dengan ornamen dan ciri khas tradisional yg masih melekat. Tentu saja baju norma yg masih bersifat alam mulai punah & susah ditemui menyerupai yang sudah disebutkan pada 6 baju istiadat Kalimantan Tengah sebelumnya.

Adapun baju norma Kalimantan Tengah khususnya Dayak Ngaju memiliki karakteristik menyerupai baju melayu/banjar menggunakan ornamen khas Dayak yaitu Batang Garing. Kebanyakn baju jenis ini yg dipakai pada program ijab kabul adat.

Demikian Sobat Tradisi, 7 baju istiadat Kalimantan Tengah beserta gambar dan penjelasan singkatnya. Izin informasi mengenai baju-baju tata cara Kalimantan Tengah tersebut, bisa berguna.

Referensi : https://folksofdayak.Wordpress.Com/2014/02/16/baju-spesial -pria-dayak-ngaju/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar