Selasa, 05 Oktober 2021

Legenda Dewi Sri, Sang Dewi Padi

Legenda Dewi Sri, Sang Dewi Padi | TradisiKita - Orang renta pada zaman lampau sering memdiberikan dongeng kepada anak-anaknya. Berbagai dongeng dan legenda diceritakan secara turum temurun. Tidak terkecuali dongeng atau mitos mengenai asal permintaan padi, yang konon merupakan perwujudan Dewi Sri.

Di Provinsi Jawa Barat, khususnya rakyat sunda dalam zaman lampau mengenal Nyi Pohaci menjadi dari permintaan flora padi. Dan dibawah ini, TradisiKita ingin mengulas sedikit mengenai mitos & legenda Dewi Sri atau Nyi Pohaci yang dipercaya menjadi Sang Dewi Padi.

Legenda Dewi Sri, Sang Dewi Padi

Diceritakan bahwa lampau di Kahyangan, tuhan dan dewi diperintah penguasa tertinggi kerajaan langit artinya Batara Guru buat bahwasanya dalam membentuk istana gres yg ludang keringh megah yang berada pada kahyangan. Bagi yg malas dan nir mau berpartisipasi maka tangan dan kakinya akan dipotong. Begitu ucapnya.

Antaboga yg merupakan tuhan ular sangat cemas karena dia nir mempunyai tangan juga kaki buat bekerja membantu dan bergotong - royong dengan yg lain. Apabila tidak bekerja maka beliau akan dieksekusi dengan lehernya yg dipenggal atau dipotong. Lantaran saking takutnya dia kemudian pergi menemui dan meminta pesan tersirat Batara Narada, Batara Narada ini saudara berdasarkan Batara Guru. Batara Narada ternyata sama kudang keringngungan dan tidak bisa memdiberi solusi. Dewa Antaboga pun menangisi meratapi nasib tidak baik yg akan menimpanya dirinya.

Dalam tangisnya itu terdapat sesuatu yang terjadi, 3 tetes air matanya menjelma mustika berupa telur. Mustika tersebut merupakan telur dengan cangkang latif dan bersinar. Barata Narada kemudian menyarankan agar mustika tadi dijadikan persembahan ke Batara Guru dan menyarankan buat memdiberikannya ke Batara Guru menjadi permohonan alasannya nir sanggup membantu buat menciptakan istana. Ia membawa telur tersebut dengan mengulumnya apabila terdapat yg menyapa pun permanen beliau gak menjawabannya, bahkan kadab ada burung gagak menyapanya ia nir menjawaban & malah disangka arogan. Burung Gagak itu eksklusif murka & menyerang Dewa Antaboga. Hingga hasilnya pecahlah 2 butir telur dalam mulutnya itu. Kadab hasilnya burung masih menyerang dan sisa telur tinggal satu. Dan Dewa Antaboga lang sung kabur meninggalkan burung Gagak.

Batara Guru yg didiberi persembahan telur itu menyuruh Dewa Antaboga untuk mengerami telur itu. Setelah dierami ternyata telur tersbut menetaskan seseorang bayi permpuan anggun. Bayi itu pun diangkat jadi anak sang raja Batara Pengajar & permaisuri & didiberi nama Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Ia tumbuh sebagai seseorang putri yang anggun serta baik hati. Kecantikannya bahkan mampu mengalahkan tiruana bidadari dan para dewi khayangan.

Batara Guru oleh ayah angkat rupanya ingin memperistri Nyi Pohaci. Para ilahi pun menjadi khawatir alasannya adalah ini akan menghambat keselarasan pada kahyangan. Mereka berencana memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Termasuk menggunakan menaruh racun pada minuman sang putri Nyi Pohaci Sanghyang Sri & hasilnya mangkat .

Agar tidak di ketahui jenazahnya hasilnya dibawa turun ke bumi & dikuburkan ditempat yang jauh dan tersembunyi. Dari kuburan tersebut tumbuhlah poly sekali macam tanaman yang sangat berkhasiat bagi umat manusia. Sedangkan Padi merupakan tumbuhan yang timbul berdasarkan pusaranya.

 Orang renta pada zaman lampau sering memdiberikan dongeng kepada anak Legenda Dewi Sri, Sang Dewi Padi

Demikian Sobat Tradisi, kisah dan legenda Dewi Sri atau Nyi Pohaci yang dikenal sebagai asal permintaan Padi. Cerita dan mitos yang tersebar pada masyarakat suku adat Sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar