Selasa, 12 Oktober 2021

Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka

Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka | TradisiKita - Malin Kundang yaitu Kaba (Genre Sastra Tradisional Minangkabau). Legenda Si Malin Kundang ini menceritakan perihal kisah seorang anak durhaka yang karenanya dikutuk menjadi batu.  Adapun Sebentuk kerikil yang diyakini sebagai sisa kapal malin kundang, sanggup ditemukan di pantai Air Manis, Padang.

Cerita rakyat yang seolah-olah dengan Legenda Malin Kundang ini sanggup ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Seperti di Malaysia, kisah serupa berkisah perihal Si Tenggang  yang berasas dari kisah ludang keringh awal lagi pada 1900 dalam buku Malay Magic yang ditulis oleh Walter William Skeat sebagai satu kisah rakyat berjudul Charitra Megat Sajobang. Cerita Si Tenggang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta pada 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang: sebuah legenda dari Malaysia.

Dan dibawah ini kisah legenda Malin Kundang, Si Anak Durhaka yang tersebar di Masyarakat Indonesia :

Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka

 Legenda Si Malin Kundang ini menceritakan perihal kisah seorang anak durhaka yang akhirny Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka

Pada zaman lampau kala, hiduplah sebuah keluarga miskin di kawasan pesisir pantai. Si ayah bekerja ikut kapal-kapal para pedagang untuk mencukupi kehidupan mereka. Keluarga itu mempunyai seorang anak lelaki yang masih kecil, berjulukan Malin Kundang. Malin Kundang termasuk anak yang rajin, beliau membantu setiap pekerjaan ibunya untuk meringankan beban orang tua. Sehingga ibunya sangat sayang pada Malin Kundang.

Hingga pada suatu waktu, sang ayah pulang berlayar. Tetapi sehabis hari itu, sudah tidak terdengar lagi keterangan diberitanya. Sudah bertahun-tahun berlalu, ibu malin kundang sekarang bekerja keras seorang diri buat menghidupi dirinya & membesarkan si Malin. Melihat hal itu, malin kundang yg masih belia merasa sangat kasihan. Dia bertekad buat bekerja, merantau & kelak pergi membawa harta yang poly buat ibunya. Hingga dalam suatu hari, terdapat sebuah kapal yang relatif glamor berlabuh. Seperti biasa, malin segera berlari ke kapal bersama para pekerja angkut, alasannya adalah yaitu si malin memang bekerja sebagai kuli panggul bagi para pedagang yang datang buat membantu ibunya.

Melihat malin yg begitu rajin, oleh nahkoda kapal sebagai sangat tertarik. Dia berniat mengajak malin berlayar & bekerja di kapalnya. Malin pun merasa sangat bahagia, sebab yaitu mimpinya untuk berlayar & merantau ke negeri seberang akan bisa terwujud. Dia langsung berlari pulang buat meminta biar dalam emaknya.

Dengan berat hati, ibunya melepas anak semata wayangnya itu. Ingin cita rasanya menahan malin kundang buat pergi, namun karena yaitu melihat tekad malin yang begitu bertenaga, sang bunda tak kuasa melarangnya. ''Hati-hatilah di tanah rantau ya nak. Bersikaplah baik pada tiruana orang, selalu rendah hati, dan ingat dalam Tuhan yang maha kuasa''. Pesan ibu malin. ''Iya ibu.. Malin akan selalu ingat masukan emak. Kelak malin akan pergi membawa harta yang banyak. Malin akan menjadi orang kaya, sebagai akibatnya emak tak usah lagi bekerja. Malin pamit mak ''. Kata malin berpamitan pada iringi air mata ibunya.

Setelah hari itu, setiap hari ibu malin selalu bangun pada pantai memandang cakrawala, berharap malin segera pulang. Setiap ada kapal yang singgah, mak malin selalu berlari menghampiri, berharap anaknya terdapat di kapal itu. Namun selalu saja kekecewaan yg beliau dapat, anaknya nir terdapat pada kapal itu.

Bertahun-tahun telah berlalu, ibu malin masih menunggu kepulangan anaknya dengan setia. Dia selalu bangun pada tepi pantai, memandang cakrawala pada pagi dan sore hari, berharap anaknya segera pergi. Hingga dalam suatu hari, para penduduk tampak ramai berlari-lari ke pelabuhan. Ibu malin kundang yg ketika itu telah bau tanah renta dan sakit-sakitan bertanya dalam salah seseorang penduduk. Ternyata, di pelabuhan tengah berlabuh sebuah kapal yg sangat glamor dan akbar. Pemiliknya yaitu seseorang cowok yang ganteng dan kaya raya, mereka membawa barang dagangan yg sangat banyak. Mendengar hal itu, mak malin langsung ikut berlari menuju pelabuhan. Langkahnya terlihat lemah dan tertatih-tatih alasannya yaitu tubuhnya yg renta & sakit-sakitan.

Setalah hingga di pelabuhan, terlihat poly sekali orang-orang berkumpul. Di atas kapal terlihat sepasang belia-mudi dengan sandang glamor sedang membagi-bagikan uang dalam mereka. Betapa gembiranya hati ibu malin, alasannya yaitu begitu dia melihat, beliau sangat konfiden bahwa cowok gagah itu yaitu anaknya. Dia mampu pribadi mengenalinya berkat pertanda lahir yg dimiliki malin.

Segera bunda malin naik ke atas kapal & memeluk si malin. Tetapi perlakuan malin sungguh di luar dugaan, dia melemparkan wanita bau tanah itu sampai terjengkang. ''Siapa kau? Berani-berani mengotori baju ku yg mahal ini?''. Bentak malin. ''Malin.. Ini saya nak, ibu mu. Kini engkau benar-benar telah jadi orang kaya nak. Kini ibu sangat senang engkau sudah pergi''. Kata ibu malin. Malin terkejut mendengarnya, tidak disangka wanita dengan pakaian lusuh itu yaitu ibunya yang sudah lama beliau tinggalkan.

''Benarkah pengemis ini mak mu bang? Kata mu kamu yatim piatu, ternyata beliau masih hayati menjadi pengemis..''. Kata isteri malin kundang menggunakan nada ketus. Lantaran aib dengan isterinya, malin kundang karenanya membantah. Dan mengungkapkan bahwa itu yaitu pengemis yang hanya mengaku-ngaku menjadi ibunya untuk menerima uang ludang keringh. Lalu malin kundang meminta awak kapal untuk mengusirnya menggunakan kasar, & segera mengangkat sauh dan berlayar meninggalkan loka itu.

Menerima perlakuan yang telah keterlaluan berdasarkan anaknya, bunda malin kundang merasa sangat kecewa. Rasa sakit di hatinya benar-benar tiada terkira. Akirnya, dia berdo'a dalam yang maha kuasa. .''Ya Tuhan.. Engkau yaitu dzat yg maha adil, dan mendengar setiap do'a hamba mu. Apabila benar beliau bukan Malin anak ku, maka diberilah beliau keselamatan & kebahagiaan. Tapi jikalau dia benar-sahih Malin kundang anak ku yg telah lama pulang, maka saya kutuk beliau menjadi batu''.

Sekadab, langit yang tadinya cerah menjadi gelap. Angin berhembus kencang, & datanglah hujan topan yang menerjang kapal itu. Petir bersautan, ombak mengamuk. Melihat hal itu, malin sebagai sangat menyesali tiruana perbuatanya. Tetapi minta ma'af sekarang sudah terlambat. Tiba-tiba kapal mewah itu dihantam petir yg sangat besar hingga pecah berkeping & tenggelam. Dan konon, malin kundang menjelma sebuah kerikil alasannya yaitu berani durhaka pada ibunya.

Video Legenda Malin Kundang

Selain berbentuk kisah berupa goresan pena Legenda Malin Kundang diatas, dibawah ini kami sajikan jua sebuah film kartun yang menceritakan ihwal Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka.

Demikian Sobat Tradisi, Kisah Malin Kundang, Legenda Si Anak Durhaka yang karena itu menuai musibah & menjelma batu. Karya sastra tradisional Minangkabau ini sanggup menjadi pesan yang tersirat bagi kita tiruana buat memuliakan orang bau tanah kita. Demikian, agar memiliki kegunaan. Temukan terus banyak sekali Legenda menarik lainnya tetap pada tradisikita.My.Id

Referensi :

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Malin_Kundang

http://dongengterbaru.Blogspot.Co.Id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar