Kamis, 30 Desember 2021

Bengberokan, Kesenian Tradisional Khas Cirebon Dan Indramayu

Bengberokan, Kesenian Tradisional Khas Cirebon dan Indramayu | TradisiKita - Berokan atau Bengberokan, ialah kesenian rakyat yang hidup di tempat Cirebon dan Indramayu. Pemainnya mengenakan topeng yang terbuat dari kayu dan wajahnya mirip hewan atau raksasa yang menakutkan. Mulutnya lebar dan sanggup digerakkan ke atas ke bawah sehingga kalau digerakkan akan menghasilkan suara "plak-plok". Giginya nampak mirip hewan yang tengah menyeringai.

Pada kesempatan ini TradisiKita akan mencoba menaruh info mengenai kesenian tradisional Khas Cirebon yang dikenal menggunakan seni Berokan atau bengberokan atau pula Barong Kepet. Seperti apa kesenian bengberokan ini? Silahkan sahabat simak artikel dibawah ini

Bengberokan, Kesenian Tradisional Khas Cirebon

 Kesenian Tradisional Khas Cirebon dan Indramayu Bengberokan, Kesenian Tradisional Khas Cirebon dan Indramayu

Sejarah dan Asal Usul Seni Bengberokan

Menurut tuturan riwayat yang diwariskan secara bebuyutan pada kalangan senimannya, bengberokan adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa maritim Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu. Namun masih ada juga tuturan yg pula diwariskan di kalangan artis berokan, bahwa berokan adalah banyak macam Mbah Kuwu Pangeran Cakrabuana, kadab mengembangkan syiar Islam ke wilayah Galuh, sebagaimana yang dilakukan sang para wali, memakai pertunjukan sebagai media syiar agama, ditujukan izin sanggup praktis diterima lingkungan budaya dalam ketika itu.

Baca Juga : Seni Benjang dari Bandung Timur

Bentuk Bengberokan

Jenis kesenian berjulukan relatif unik ini dalam awalnya dilakukan menjadi belahan dari upacara ruwatan dalam menanggulangi Pageblug (epidemi penyakit), menpeduli rumah baru, & lain sebagainya. Tetapi demikian, relatif umur ini pertunjukan Berokan atau barong kepet ini ludang keringh banyak dipakai dalam memeriahkan pesta khitanan atau perkawinan. Bengberokan merupakan kedok yg dibuat menurut kayu. Bentuknya mirip menggunakan buaya.

Warna kedoknya merah dengan bola mata yg besar . Ujung topeng berokan disambung menggunakan selembar kulit kambing & karung goni atau waring yang lebarnya diperkirakan mampu menyelimuti orang yang akan memainkannya. Panjangnya sampai 1/2 betis pemainnya. Di belahan ujungnya disambung menggunakan kayu yang dicat belang-belang merah putih sebagai akibatnya seperti buntut ikan cucut.

Apabila akan dimainkan, maka pemain tersebut akan masuk ke dalam kurungan karung goni tadi sehingga dia tidak kelihatan dan yg nampak hanya sebagian kakinya saja. Wujudnya mirip sebuntut fauna yang akbar & berbulu. Di dalam kurungan berokan tersebut, ke 2 tangan pemain memegang kepala berokan itu buat digerak-gerakkan.

Beberapa gerakannya antara lain menjilat-jilat tubuh & kaki; menengok ke arah kiri & ke kanan; mengatup-ngatupkan verbal; menggigit; dan sebagainya. Mulut pemain tadi mengulum sebuah benda yang dianggap menggunakan empet, yg dibunyikannya dalam waktu dialog dengan pemain musik yg mengiringinya.

Musik Pengiring Bengberokan

Bunyi yang dihasilkannya sangat unik, dan segala apa yang diucapkannya hanya terdengar suara pet-petan, sehingga sukar dimengerti. Segala ucapan berokan yang hanya pet-petan itu biasanya diterjemahkan oleh seseorang yang berobrolan dengannya Alat musik tradisional Jawa Barat yang digunakan terdiri atas: terebang, kendang besar dan kecil, kecrek, dan ketuk.

Kesenian ini umumnya dipertunjukkan melalui barangan (ngamen) atau pertunjukan keliling. Akan namun, sanggup juga dipanggil buat ditanggap.

Fungsi dan Makna Kesenian Bengberokan

Sebagian masyarakat Cirebon dan Indramayu, percaya bahwa berokan sebagai penolak bala. Misalnya kalau tiba masa pageblug (epidemi penyakit), maka masyarakat yang tidak sengaja wabah penyakit tersebut akan menanggapnya.

Selain itu pula ditanggap untuk ruatan bagi seorang yang akan menpeduli rumah baru. Dalam ruatan tempat tinggal , berokan akan masuk ke pada rumah yang diruat sembari mengatup-ngatupkan mulutnya, lalu beliau mengambil sebuah bantal menurut kamar tidur. Pengambilan bantal artinya simbol dari penolak bencana izin tempat tinggal tadi terhindar menurut segala gangguan & penyakit.

Bantal yang diambil tersebut kemudian harus ditebus menggunakan sejumlah uang yg besarnya sinkron menggunakan keikhlasan si empunya tempat tinggal . Pada adegan akhir, berokan akan mengejar penonton menjadi pertanda buat mengusir bala. Apabila beliau mengejar anak-anak, maka belum dewasa tersebut akan lari terbirit-birit. Demikian juga penonton lainnya.

Apabila grup berokan itu mengadakan bebarang, mereka biasanya pulang keliling kampung dan bermain jika ada yg nanggap. Lamanya permainan tergantung berdasarkan impian yg punya rumah, sanggup 1/2 jam atau bahkan hingga satu jam.

Tempatnya pada pelataran tempat tinggal dan ditonton oleh warga di kurang lebih tempat tinggal yang menanggapnya. Mereka dibayar seikhlas yang menanggapnya & penghasilan lainnya didapatkan dari uang saweran para penonton.

Ada beberapa arti yg bisa disimpulkan berdasarkan pertunjukan Berokan ini:

  • Makna mitis yaitu sebagai media penolak bala yang menjadi awal mula fungsi Berokan. Dengan mempertunjukan Berokan, dipercayai bahwa bala telah ditolak, dan dipercayai akan mendatangkan kebahagiaan.
  • Makna sinkretis sebab Berokan digunakan sebagai media dakwah pada masa awal penyebaran syiar Islam di wilayah Cirebon.
  • Makna teatrikal sebab Berokan beraksi menari, mengejar, dan memainkan kepalanya serta berbaur dengan spontanitas penonton yang merasa takut bercampur gembira
  • Makna universal, sebab Berokan mempunyai kemiripan bentuk dengan Barongsay dan Chilin dari Tiongkok, mahluk-mahluk naga dari Eropa Purba.

Salah satu gerombolan Berokan yang cukup umur ini masih permanen berdaya, ialah kelompok Berokan yang dipimpin sang Mama Taham dari desa Tambi Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Video Kesenian bengberokan, berokan atau Barong Kepet

Berikut keliru satu video kesenian bengberokan, berokan atau barong kepet yang kami ambil menurut youtube.Com

Demikian Sobat Tradisi, isu mengenai kesenian bengberokan, kesenian tradisional spesial Cirebon & Indramayu. Semoga memiliki kegunaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar