Minggu, 02 Januari 2022

6 Tari Tradisional Papua Barat

6 Tari Tradisional Papua Barat | TradisiKita - Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua mempunyai aneka macam jenis tari tradisional, mulai tari perang, tari perdamaian, tari pemujaan, tari panen, tari pergaulan dan masih bnayak tari tradisi lainnya. Demikian juga dengan masyarakat dari Provinsi Papua Barat.

Setiap mobilitas dalam tari tradisional Papua Barat memiliki pengertian dan klarifikasi simbol yang berhubungan dengan sistem religi, lingkungan sosial dan lingkungan alam mereka.

Pada kesempatan ini, TradisiKita akan menggali 6 Tari Tradisional Papua Barat spesifik buat Sobat tiruana. Berikut penjelasan 6 tari tradisional Papua Barat beserta penjelasan dan gambarnya.

6 Tari Tradisional Papua Barat

Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua mempunyai aneka macam jenis tari tradisional 6 Tari Tradisional Papua Barat
Tarian Papua Barat

1. Tari Tumbu Tanah Tarian tumbu tanah adalah jenis tarian yang dikenal oleh hampir tiruana suku yg berada di wilayah kepala burung Papua & masing-masing suku menyebut tarian ini sesuai dengan bahasanya sendiri-sendiri.

Aspek kesenian yg nampak mempunyai kecenderungan diantara rakyat Arfak, Provinsi Papua Barat ialah seni tari, yang secara tradisi sudah ada semenjak nenek moyang mereka & diwariskan dari generasi ke generasi sampai sekarang.

Terdapat 3 (tiga) ragam jenis tarian tumbu tanah yang dikenal oleh warga Arfak - Papua Barat yaitu :

  • Tarian tumbu tanah kemenangan dalam perang,
  • Tarian tumbu tanah mencari jodoh dan
  • Tarian tumbu tanah penyambutan tamu.

Sedangkan menurut aspek jenis lagu atau syairnya mencakup diun, nihet duwei dan isiap. Gerak dasar tarian ini pada rakyat Arfak yang telah ada semenjak dulu sampai sekarang yaitu melompat-lompat sambil menghentakkan kaki diatas tanah & bergandeng tanga. Formasi yang digunakan masih hingga sekarang yaitu perpaduan memanjang & 1/2 melingkar dan bulat penuh.

Tarian tumbu tanah bagi masyarakat Arfak - Provinsi Papua Barat mempunyai penilaian sosial, ekonomi & budaya yg sangat tinggi alasannya adalah berhubungan menggunakan aspek sejarah dari seruan mereka, religi dan unsur budaya lainnya. Selain itu pada mobilitas & perpaduan tarian ini jua memiliki norma dan sopan santun, baik sopan santun, menghormati orang ialin serta pergaulan muda-mudi.

2. Tari Musnok

Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua mempunyai aneka macam jenis tari tradisional 6 Tari Tradisional Papua Barat

Selain tari tradisional Tumbu Tanah, masyarakat pegunungan Arfak yang masuk dalam Provinsi Papua Barat juga mempunyai tari tradisional yang berjulukan Tari Musnok.

Tari Musnok ialah tarian suku bangsa Arfak yang menceritakan ihwal penyebaran agama nasrani di Kota Sorong, Papua Barat. Tari Musnok merupakan tari tradisional Papua Barat yang pada pertunjukannya memakai beberapa alat musik tradisional Papua Barat menyerupai seolah-olah tifa, okulele, triton, suling bambu, upsal dan tempurung kelapa.

Tari Musno Papua Barat ini ditarikan sang penari yang relatif banyak yaitu berjumlah 20-50 orang, baik laki-laki juga perempuan .

Tiga. Tari Suanggi

Tari Suanggi artinya tari tradisional yang dari berdasarkan Papua Barat. Tarian ini mengisahkan seorang suami ditinggal tewas istrinya yg sebagai korban angi-angi (jejadian). Tari suanggi adalah bentuk lisan masyarakat Papua Barat perihal kekentalan nuansa magis di tempat tersebut.

Dalam dogma magis rakyat Papua Barat, Suanggi adalah roh jahat (kapes) sebab ialah belum ditebus dan belum menerima kenyamanan di alam bakanya. Roh-roh ini umumnya merasuk dalam badan perempuan . Wanita yg meninggal dikala melahirkan ditakutkan akan berkembang menjadi menjadi kapes fane. Sementara pada gerombolan masyarakat Aifat yg ludang kecepeh ke utara, seringkali menyebutnya menjadi kapes mapo. Roh-roh ini tak jarang merasuki wanita yang masih hidup, yg kemudian secara magis bisa mencelakakan orang lain. Perempuan yg dirasuki roh ini selain disebut menjadi kapes mapo kadang dianggap pula menjadi perempuan suanggi.

Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua mempunyai aneka macam jenis tari tradisional 6 Tari Tradisional Papua Barat

4. Tari Magasa

Tari Magasa ialah galat satu tarian tradisional warga Suku Arfak di Papua Barat. Tarian ini umumnya dibawakan secara masal oleh para penari pria & penari wanita. Mereka menari dengan saling bergandengan tangan dan membangun barisan memanjang layaknya ular, sehingga banyak yang menyebut tarian ini menjadi Tari Ular.

Tari Magasa merupakan salah satu tarian yg cukup dikenal & poly dipakai pada Papua Barat, terutama di kalangan masyarakat Suku Arfak. Tarian ini umumnya ditampilkan di aneka macam acara yang bersifat adat, hiburan, juga budaya.

Setiap suku bangsa yang ada di tanah Papua mempunyai aneka macam jenis tari tradisional 6 Tari Tradisional Papua Barat

Lima. Tari Ris (Sifieris)

Tari Tradisional Papua Barat selanjutnya ialah tarian Ris atau Sifieris. Tari Ris atau Sifieris berarti dansa adat. Dansa moral ini digelar sebagai bab dari upacara moral dan dilakukan dengan iringan nyanyian disertai alat musik tifa (pondatu) dan gong (mawon). Syair nyanyian diadaptasi dengan pengertian dan klarifikasi upacara yang dilakukan.

6. Tari Balengan

Balengan ialah tari tradisi Papua Barat. Tari Balengan ini masuk dalam kategori tari pergaulan yang biasanya dibawakan oleh pemuda-pemudi atau belum dewasa dewasa di kampung secara berpasangan.

Balengan ditarikan mengikuti irama musik yang dimainkan dengan tempo sedang sampai cepat tergantung dari lagu yang dilantunkan. Alat musik yg biasanya digunakan terdiri atas gitar bolong, gitar kecil yg dianggap juglele, gitar bass akbar, & alat musik tabuh (tifa).

Demikian Sobat Tradisi, 6 Tari Tradisional Papua Barat yang bisa kita sampaikan. Semoga memberi manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar