Minggu, 02 Januari 2022

Tari Moyo Tari Tradisional Sumatera Utara

Tari Moyo Tari Tradisional Sumatera Utara | TradisiKita - Tari Moyo merupakan tari tradisional Sumatera Utara . Tarian moyo juga sering disebut dengan Tari Elang , alasannya ialah gerakannya hampir menyerupai dengan gerakan Elang yang sedang terbang. Tari Moyo ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita, dan sering ditampilkan di aneka macam program menyerupai perayaan hari besar, penyambutan tamu terhormat, janji nikah dan program akhlak lainnya.

Pada kesempatan ini TradisiKita akan mengupas mengenai Tari Moyo ini yang merupakan kekayaan budaya provinsi Sumatera Utara. Untuk Sobat Tradisi yg ingin tau menggunakan asal permintaan tari moyo, gerakan tarian moyo dan perkembangan tari moyo ini, mari kita simak artikel dibawah ini.

Tari Moyo Sumatera Utara

1. Asal Usul Tari Moyo

Asal permintaan Tari Moyo ataupun sejarah tari moyo ini bahu-membahu masih belum mampu diketahui secara niscaya. Akan tetapi menurut beberapa sumber yang terdapat diketahui bahwa tarian ini telah ada sejak ratusan tahun yang kemudian.

Tari Moyo merupakan tarian tradisional yang berasal dari Nias, Provinsi Sumatera Utara. Moyo dalam bahasa nias berarti burung elang. Hewan unggas tersebut ialah inspirasi bagi masyarakat nias dalam membuat gerakan tarian ini yang menggambarkan seujung burung elang yang mengepakkan sayapnya, tanpa mengenal lelah, menaklukkan sesuatu yang berpengertian dan klarifikasi bagi sesamanya dan dirinya sendiri. Pada dasarnya tari moyo menceritakan wacana sukacita seorang ibu atas kepulangan anaknya dari peperangan. Tarian ini juga melambangkan keuletan dan semangat secara bersama dalam mewujudkan sesuatu yang dicita-citakan

Konon Tari Moyo ini dulunya hanya ditampilkan pada kalangan rakyat bangsawan saja, yg memiliki penari khusus buat melaksanakan tarian ini. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini mulai dikenal sang rakyat bawah & mulai seringkali dipelajari, khususnya bagi para gadis dalam masa itu. Hingga sekarang Tari Moyo masih terus dilestarikan dan acapkali ditampilkan di berbagai program, baik program istiadat, hiburan juga acara budaya.

Tari Moyo Tari Tradisional Sumatera Utara Tari Moyo Tari Tradisional Sumatera Utara

2. Pertunjukan Tari Moyo berdasarkan Nias

Tari Moyo merupakan tari tradisional yg Istimewa. Tari Moyo ini acapkali dipertunjukan atau ditampilkan pada acara-acara tertentu, menyerupai penyambutan saat panglima balik berdasarkan berperang, dalam acara-program kerajaan untuk menghibur para raja dan ratu serta menyambut para tamu-tamu raja & dimainkan sang gadis-gadis orisinil nias. Selain itu, tarian ini jua ditampilkan dalam pesta akhlak perkawinan. Pada pesta akhlak perkawinan masyarakat nias. Tari moyo (tari elang) yg ditampilkan pada pesta akhlak perkawinan selalu dimainkan secara memberikanringan menggunakan urutan yg pertama artinya Lompat Batu. Kemudian dilanjutkan dengan Tari Perang yang terpisah dan terhentian dengan Tari Moyo dan diakhiri menggunakan Tari Fogaele. Setelah itu, para penari membawakan persembahan sirih pada pengantin dan para tamu yang tiba

3. Gerakan Tari Moyo

Tari Moyo ditampilkan oleh para penari perempuan secara berpasangan. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari 4 orang penari atau ludang kecepeh, sesuai dengan kelompok masing masing. Dalam pertunjukannya, para penari memakai busana tradisional Nias Sumatera Utara dan menari dengan diiringi lantunan syair serta musik pengiring.

Dalam tarian moyo (tarian elang) masih ada beberapa ragam gerakan yaitu gerak kepak sayap (mamologo afi), mobilitas berhadapan (fataho), gerak berselisih (faonda), mobilitas bundar (sieligo), mobilitas berkomunikasi (fahuhuo), kemudian balik (mangawei). Tari moyo ini ditampilkan dengan iringan musik menggunakan alat musik tradisional genderang dan gong spesial Nias dan nyanyian dengan lantunan syair. Irama yang dimainkan diawali menggunakan tempo pelan kemudian cepat yang sinkron menggunakan gerakan penari serta syair yang dilantunkan

4. Musik Pengiring Tari Moyo

Dalam pertunjukan Tari Moyo umumnya diiringi oleh musik tradisional menyerupai genderang dan gong spesial Nias. Selain itu, tari ini juga diiringi oleh lantunan syair atau lagu yg dibawakan sang para pengiring vocal yang umumnya terdiri dari 2 penyanyi. Kemudian buat irama yang dimainkan umumnya diawali dengan musik bertempo pelan, kemudian berlanjut semakin cepat. Tentunya permainan irama tersebut pula diubahsuaikan menggunakan gerakan para penari dan syair lagu yg dibawakan.

Lima. Kostum Penari Moyo

Dalam melaksanakan tarian Moyo, para penari memakai kostum berupa busana akhlak khas suku Nias. Busana tersebut terdiri dari baju lengan panjang, kain panjang, kain serampang  dan ikat kepala khas Nias.  Kostum tersebut biasanya didominasi oleh warna menyerupai merah, kuning, hitam, dan putih. Untuk kostum Tari Moyo ini, biasanya bervariasi dan tergantung ciptaan dari masing-masing kelompok tari.

6. Perkembangan Tari Moyo

Dalam perkembangannya, Tari Moyo masih terus dilestarikan dan dikembangkan sampai kini . Berbagai ciptaan & variasi pada segi gerak, pengiring dan busana pula sering dimasukkan pada setiap pertunjukannya semoga terlihat ludang kecepeh menarik, namun tidak meninggalkan keaslian dan karakteristik khasnya.

Tari Moyo ini jua masih acapkali ditampilkan pada banyak sekali program menyerupai penyambutan tamu krusial, seremoni hari akbar, dan berbagai program akhlak lainnya. Selain itu tarian ini jua acapkali ditampilkan pada aneka macam program budaya menyerupai pertunjukan seni, pekan raya budaya, juga promosi pariwisata pada Nias, Sumatera Utara.

7. Video Tari Moyo

Bagi Sobat yang ingin tau menyerupai apa Tari Moyo ini, sanggup simak video dibawah ini :

Demikian Sobat Tradisi, info mengenai tari Moyo berdasarkan Sumatera Utara ini. Semoga memberi manfaat.

Sumber :

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Tari_Moyo

http://uksu.Itb.Ac.Id/2016/08/tari-moyo-nias/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar