Senin, 03 Januari 2022

Tau Niulaya Nu Amis : Orang Yang Dibawa Oleh Ikan

Tau Niulaya Nu Bau : Orang yang Dibawa oleh Ikan | TradisiKita - Tau Niulaya Nu Bau merupakan kisah rakyat dari Provinsi Sulawesi Tengah. Cerita rakyat dari Provinsi Sulawesi Tengah ini menceritakan wacana seseorang yang mengalami penderitaan diakibatkan kejahatan sepupunya sendiri.

Akan namun setelah meminta pemberian kepada Tuhan, maka datangnya oleh penolong yg berupa ikan yg bisa berbicara.

Baik Sobat, pasti ingin tau bukan menggunakan kisah warga Sulawesi Tengah ini secara tidak ada yg kurangnya? Pribadi saja ayo kita simak Tau Niulaya Nu Bau : Orang yg Dibawa sang Ikan.

Tau Niulaya Nu Bau

Cerita Rakyat : Sulawesi Tengah

 Tau Niulaya Nu Bau merupakan kisah rakyat dari Provinsi Sulawesi Tengah Tau Niulaya Nu Bau : Orang yang Dibawa oleh Ikan

Dahulu ada sebuah keluarga berdarah biru yang tinggal di desa Lolambi. Sepasang suami istri tersebut sudah usang berumah tangga, tetapi belum juga dikaruniai seorang anak pun. Hampir setiap harimereka berdoa kepada yang maha kuasa biar segera dimemberikankan keturunan. Tuhan yang maha mendengar telah mendengar permohonan mereka sehingga sang istri pun mengandung.

Setelah usia kandungannya genap Sembilan bulan, oleh istri pun melahirkan seseorang bayi pria. Anaknya itu dimemberikan nama Kasainta. Tetapi kebersamaan dengan ayahnya harus berakhir knorma dan sopan santun kasainta gres berumur dua tahun. Kasainta kini sebagai anak yatim.

Ibu kasainta sangat terpukul atas ajal suaminya. Terludang kecepeh lagi dia tidak sanggup buat mengelola kekayaan suaminya, sehingga beliau pun mengajak anak laki-lakinya tinggal beserta dirumahnya. Kakaknya itu datang dengan membawa dan ke 2 anak laki-laki yang selisih umurnya ludang kecepeh renta dibandingkan Kasainta.

Kasainta tumbuh menjadi anak yg cantik, penurut & baik hati. Berbeda dengan kakak-abang sepupunya yg iri & dengki terhadap kasainta. Setiap kali bermain menggunakan para sepupunya itu kasainta selalu diejek sebagai anak yg tidak berayah. Kasainta mengadukan ejekan-ejekan sepupunya itu pada ibunya.

? Bu, saudara tertua-saudara tertua selalu mengejekku menjadi anak yang tidak berayah?, istilah kasainta kesal.

? Sabar anakkku. Jangan kamu hiraukan saudara-saudaramu itu?. Ujar ibunya dengan lembut.

Sehingga kasainta ludang kecepeh senang bermain dengan kawan-kawan disekitar rumahnya keberat sebelah bermain menggunakan sepupunya. Lama kelamaan kasainta mengerti bahwa pamannya tinggal untuk ad interim dirumahnya. Pamannya sendiri memiliki rumah pribadinya pada desa lain. Kasainta menanyakan perihal itu kepada ibunya. Ibunya menjelaskan bahwa rumah bersama harta peninggalan ayahnya akan diwariskan pada kasainta saat sampaumur kelak. Tetapi saat itu, pamannya lah yang mengurus peninggalan ayahnya.

Secara tidak sengaja, kedua sepupu itu mendengar percakapan kasainta dengan ibunya.  Kemudian niat jahat timbul dalam benak mereka. Bagaimana cara untuk menyingkirkan kasainta biar harta warisan itu jatuh ke tangan mereka berdua. Knorma dan sopan santun malam, keduanya berunding untuk mencari cara menghabiskan nyawa kasainta.

Pada keesokan harinya, ke 2 sepupu itu mengajak kasainta buat merogoh rotan dihutan. Kasainta agak sedikit enggan pergi ke hutan sebab sangat ancaman & sanggup mengancam jiwa. Namun, dia segan untuk menolak permintaan sepupunya dan terpaksa menuruti kemauan mereka.

Berangkatlah mereka kehutan memakai sampan mini . Ketiganya mengarungi lautan sampai berhari-hari sampai mereka tiba di pantai yang jaraknya tidak jauh menurut hutan. Dipantai itu mereka mendirikan sebuah gubuk mini . Setelah bermalam sehari digubuk itu, rencananya esok pagi mereka akan ke hutan mengambil rotan.

Kedua sepupu itu sengaja merogoh cukup poly rotan dan membaginya sebagai empat ikatan. Mereka bersiasat buat menyuruh kasainta buat mengambil seikat rotan yang keempat sendirian, sementara mereka menunggu dipinggir pantai. Rupanya planning mereka berjalan mulus. Knorma dan sopan santun kasainta mengambil rotan terakhir yang ditinggal dihutan, kedua sepupu itu meninggalkan kasainta. Seluruh makanan dan bendo sudah diangkut ke atas bahtera mereka. Mereka merasa bahagia membayangkan kasainta mangkat ditengah hutan yg mengerikan ditengah perut yang kelaparan.

Alangkah terkejutnya kasainta knorma & sopan santun ia tiba ditepi pantai dan tidak menemukan ke 2 sepupunya. Ia gres menyadari bahwa ketika itu ia sedang dijebak. Kasainta sedih & pada kesedihannya itu dia berdoa pada tuhan izin dimemberikan pertolongan. Tidak lama kemudian ada dua ujung ikan yg mendekati kasainta.

? Wahai anak manusia ! Mengapa kamu sendirian dipantai yg sunyi ini ?? Tanya Ikan Yu yg rupanya mampu berbicara.

? Aku telah ditinggal sang kedua sepupuku?, istilah kasainta sesenggukan.

? Jangan bersedih lagi, akan ku antarkankau ke desamu?, ujar Ikan Yu.

? Lalu bagaimana caranya mengantarkanku menyebrangi samudera ini ? ?.

? Naiklah ke punggungku, nanti temanku yang akan menjagamu berdasarkan gangguan ikan lainnya?.

Kemudian menggunakan diantar Ikan Yu, kasainta pulang pergi kerumah menggunakan selamat. Sebelum berpisah kasainta sempat bersumpah melarang keturunan-keturunannya memakan Ikan Yu & sejenisnya. Bila melanggar, keturunannya itu akan mendapatklan kutukan.

Sementara dirumah, ibu kasainta dan pamannya telah menunggu menggunakan cemas. Seudah berhari-hari anak mereka belum pulang. Knorma dan sopan santun melihat kasainta pergi sendirian, ibunya menanyakan kemana sepupunya yg lain sehingga diceritakanlah peristiwa yang bersama-sama bahwa ke 2 sepupunya berniat dursila menjebaknya dihutan.Pamannya naik pitam mendengar perbuatan anaknya yg sangat licik.

Saat kedua sepupunya pulang, secara sengaja mereka menyembunyikan kasainta buat menandakan pernyataan kasainta. Pamannya logika-akalan bertanya pada kasainta. Lalu mereka menyampaikan kasainta hilang ditengahhutan. Sewaktu kasainta dikeluarkan berdasarkan persembunyiannya. Maka malulah ke 2 sepupu itu. Ayah mereka sangat murka . Untunglah terdapat warga yg mencegah perbuatan ayahnya yang hampir membunuh kedua anak itu.

Sejak insiden kasainta ditolong sang ikan Yu, maka warga setempat menjuluki kasainta dengan julukan ? Tau niulaya Nu Bau? Yang berarti orang yang dibawa oleh ikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar