Sabtu, 25 September 2021

Hikayat Bunga Kemuning Nusantara

Hikayat Bunga Kemuning Nusantara | TradisiKita - Bunga Kemuning yakni jenis flora berbunga yang biasanya tumbuh di semak-semak, tepi hutan, atau ditanam sebagai flora hias dan pagar. Umumnya ditanam untuk pagar halaman, spesies kecil-berdaun padat, pohonnya kecil, banyak bercabang, tinggi 3-8 m, batang keras, beralur, tidak berduri, daun majemuk.

Bunga Kemuning ini mempunyai beragam nama pada Nusantara, diantaranya Kamuning (Sunda), kuning, kumuning (Java) .; Kajeni, kuning, kemoning (Bali), kamoneng (Madura); Kamuning (Manado, Makassar), kamoni (Bare), Palopo (Bugis) .; Kamuni (Milky). Eseki, tanasa, kamone, kamoni (Maluku) .; Jiu li xiang, yueh chu (China), Orange melur (UK).

Kandungan yang ada dalam bunga, pohon dan akar kemuning mempunyai banyak sekali khasiat bagi kesehaan. Oleh sebab itulah maka rakyat Nusantara banyak yang memanfaatkan pohon bunga kemuning ini.

 yakni jenis flora berbunga yang biasanya tumbuh di semak Hikayat Bunga Kemuning Nusantara
Bunga Kemuning
Tidak diketahui darimana asalnya, di Indonesia muncul hikayat yang menceritakan asal undangan bunga kemuning. Hikayat Bunga Kemuning ini menyebar dari dari satu generasi ke generasi selanjutnya, yang mengisahkan kebaikan seorang putri raja berjulukan putri kemuning. Namun malangnya sang putri harus meninggal ditangan saudara kandungnya sendiri.

Berikut ini TradisiKita mencoba menyajikan balik hikayat Nusantara yang menceritakan kisah Putri Kemuning yang disebutkan pada dongeng tersebut menjadi dari berdasarkan Bunga Kemuning.

?HIKAYAT BUNGA KEMUNING NUSANTARA?

Alkisah, dalam zaman berlalu & silam kala ada seseorang raja yg dikenal cerdik & bijaksana. Ia mempunyai sepuluh orang puteri berparas rupawan jelita berjulukan Puteri Jambon, Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona, & Puteri Kuning. Namun karena terlalu sibuk mengatur kerajaan, oleh raja tidak sempat mendidik mereka dengan baik. Sementara oleh isteri telah tewas dunia knorma & sopan santun melahirkan puterinya yg bungsu. Sang raja terpaksa menyerahkan pengasuhan anak-anaknya pada inang pengasuh kerajaan.

Ternyata oleh inang pengasuh nir kuasa mengasuh semua puteri raja. Hanya si bungsulah, yaitu Puteri Kuning yang berhasil didik dengan baik hingga menjadi anak yg selalu riang, ramah dalam setiap orang dan mempunyai nalar pekerti baik. Sementara kakak-kakaknya tumbuh menjadi anak manja dan bengal. Mereka nir mau berguru & membantu Sang Raja. Setiap hari saudara tertua-abang Puteri Kuning kerjanya hanya bermain di lebih kurang danau & atau bertengkar memperebutkan sesuatu.

Suatu hari Sang Raja hendak berkunjung ke kerajaan lain dalam rangka menjalin silaturrahim. Untuk itu beliau mengumpulkan seluruh puteri-puterinya.

Kepada mereka Sang Raja mengatakan, ?Aku hendak pergi ke kerajaan lain selama beberapa minggu. Buah tangan apa yg kalian inginkan??.

Tanpa menimbang-nimbang lagi, si sulung (Puteri Jambon) mengatakan, ?Aku ingin pemanis yang mahal.?

Permintaan yg hampir serupa mahal & mewahnya juga diajukan oleh adik-saudara termuda Puteri Jambon. Hanya Puteri Kuning sajalah yg mendekat dan memegang lengan ayahnya sembari berkata, ?Aku hanya ingin ayah pulang menggunakan selamat.?

?Sungguh baik perkataanmu, wahai puteriku. Mudah-memperringan dan sepelean saja aku sanggup balik menggunakan selamat dan membawakan hadiah yg indah untukmu,? Kata sang raja.

Singkat cerita, sehabis Sang Raja pergi kelakuan anak-anaknya malah sebagai semakin bengal & malas. Bukannya bersedih, mereka malah merasa bangga sebab selain Sang Raja, pada semua kerajaan nir ada yang berani melarang. Kesempatan ini mereka pergunakan untuk membentak dan menyuruh para inang pelayan sekehendak hati. Para inang pun sebagai sibuk sehingga tidak sempat memkebersihanan taman istana kesayangan Sang Raja.

Melihat hal itu Puteri Kuning segera merogoh sapu & mulai memkebersihankan taman kesayangan ayahandanya. Dedaunan kemarau dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, & dahan-dahan berludang kecepeh dipangkasnya semoga terlihat ludang kecepeh rapi. Sementara kakak-kakaknya yang melihat Puteri Kuning sibuk di taman, malah mencemooh. ?Lihat, tampaknya kita mempunyai pelayan baru,? Istilah keliru seorang antara lain.

?Hai pelayan! Kami masih melihat poly kotoran pada sini!? Ujar keliru seorang kakaknya sambil melemparkan sampah ke arah taman. Sejurus lalu, mereka pun langsung menyerbu dan mengacak-rambang taman. Dan, selesainya puas mengacak-rambang taman lalu pergi begitu saja menuju danau untuk bermain sembari berenang. Begitu kelakuan kakak-abang Puteri Kuning setiap harinya sampai ayah mereka pergi.

Knorma & sopan santun Sang Raja pergi, dia hanya mendapati Puteri Kuning sedang merangkai bunga pada teras istana, ad interim kesembilan kakaknya sedang asyik bermain pada danau. Ia agak kecewa dikarenakan sudah bersusah payah membawakan sang-oleh tetapi tidak disambut menggunakan hangat oleh anak-anaknya. Hanya Puteri Kuninglah yg berlari sendirian buat menyambutnya dengan rasa suka cita.

Sambil berjalan menuju teras, Sang Raja menyampaikan, ?Anakku yg rajin dan baik budi. Ayah hanya sanggup memmemberikanmu sebuah kalung kerikil hijau. Ayahanda sudah mencari pada semua pelosok kerajaan seberang namun nir menemukan kalung kerikil kuning ibarat warna kesayanganmu?.

?Sudah nir mengapa, Ayahanda. Kalung kerikil hijau jua akan harmonis menggunakan warna bajuku,? Kata Puteri Kuning lemah lembut.

Keesokan harinya, walau seluruhnya sudah dimemberikan cinderamata, tetapi masih saja ada yang iri. Salah satunya Puteri Hijau yg melihat Puteri Kuning menggunakan kalung kerikil hijau segera menghampiri.

?Wahai adikku, seharusnya kalung itu milikku karena berwarna hijau. Kenapa hingga terdapat pada lehermu?? Tanya Puteri Hijau dengan perasaan iri.

?Ayah memmemberikankannya padaku,? Sahut Puteri Kuning singkat dan jelas.

Puteri Hijau nir terima penjelasan Puteri Kuning. Dia segera berlari pergi menemui saudari-saudarinya yg lain. ?Kalung hijau yang digunakan Si Kuning bahu-membahu milikku. Tetapi beliau mengambilnya menurut saku ayah!? Katanya menghasut ke delapan saudarinya.

Mendengar hasutan Puteri Hijau saudari-saudarinya sebagai kepanasan hati. Mereka lalu bersepakat buat merampas kalung itu dari tangan Puteri Kuning. Kesembilan adik-beradik tersebut kemudian bersama-sama menemui puteri hijau. Setelah bertemu, mereka pribadi memaksa Puteri Hijau buat menyerahkan kalungnya. Tentu saja beliau menolak dan hasilnya terjadilah perkelahian sengit hingga kepalanya mengenai pukulan & mangkat ketika itu pula.

?Dia tewas!? Seru Puteri Jingga galau & galat tingkah.

?Kita wajib menutupi peristiwa ini,? Istilah Puteri Merah Merona.

?Kalau begitu kita wajib cepat menguburkannya semoga Ayahanda dan seisi istana nir mengetahui insiden ini!? Kata Puteri Jambon pada saudari-saudarinya.

Sepakat dengan Sang Kakak (Puteri Jambon), mereka pun lantas beramai-ramai mengusung jasad Puteri Kuning untuk dikuburkan pada tengah taman istana. Bersama jasad Sang Puteri Kuning, turut juga dikuburkan benda yang menjadi materi perebutan, yaitu kalung kerikil hijau. Benda ini dikuburkan sendiri oleh Puteri Hijau yang memicu terdapat pertengkaran dan perkelahian dengan Puteri Kuning.

Sore harinya, entah mengapa Sang Raja merasa kangen dan ingin berbincang menggunakan Puteri Kuning pada taman istana tempatnya biasa bermain. Tetapi, karena tidak menemukannya, ia kemudian memanggil para puterinya yang lain buat menanyakan eksistensi saudara termuda bungsu mereka. Satu per satu ditanyainya, tetapi tidak terdapat seseorang pun yang mau berterus jelas. Mereka memilih tutup ekspresi dan nalar-akalan nir mengetahui eksistensi Puteri Kuning.

Khawatir akan keberadaan & keselamatan puteri bungsunya, raja kemudian menitah para pengawal kerajaan buat mencarinya ke semua penjuru istana. ?Hai, para pengawal! Cari & temukanlah Puteri Kuning!? Teriaknya gusar.

Pencarian Puteri Kuning selama berhari-hari hingga berminggu-minggu di semua penjuru istana tentu saja sia-sia belaka dikarenakan telah dikubur sangat rapi oleh saudari-saudarinya sampai tidak ada bisa menyangkanya. Hal ini membentuk Sang Raja menjadi sangat sedih dan menyesal karena tidak bisa menjaga, merawat, dan mengarahkan puteri-puterinya. Mereka tumbuh sebagai eksklusif-langsung yang egois, tidak peduli terhadap sesama serta nir patuh terhadap pesan tersirat orang tua. Oleh karena itu Sang Raja segera mengirimkan mereka ke negeri seberang buat berguru logika pekerti. Tujuannya, semoga mereka sebagai manusia yang berbudi pekerti luhur & bisa saling menjaga antara satu menggunakan lainnya.

Beberapa ahad setelah para puteri raja berguru logika pekerti pada negeri seberang, tumbuhlah sebuah flora di atas kubur Puteri Kuning. ?Tanaman apakah ini?? Seru Sang Raja heran. ?Batangnya bagaikan jubah Puteri Kuning, daunnya bulat berkilau bagai kalung kerikil hijau, ad interim bunganya putih kekuningan & berbau sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning,? Tambahnya.

Sejak waktu itulah bunga tersebut dimemberikan nama bunga kemuning karena mengingatkan raja pada Puteri Kuning. Dan, sama ibarat Puteri Kuning, bunga kemuning memiliki banyak kebaikan. Bunganya bisa dipakai buat mengharumkan rambut, batangnya mampu digunakan buat membangun kotak-kotak indah, & kulit kayunya mampu ditumbuk buat dijadikan bedak penghalus paras

Demikian Sobat Tradisi, Hikayat Bunga Kemuning yang banyak diceritakan oleh generasi di Nusantara. Banyak pesan tersirat dan pesan tersirat yang dimemberikankan dari hikayat ini, walaupun dongeng tersebut hanya sebuah dongeng. Semoga memberi manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar