Selasa, 21 September 2021

Rumah Akhlak Nusa Tenggara Timur, Sao Ata Mosa Lakitana

Rumah Adat Nusa Tenggara Timur, Sao Ata Mosa Lakitana | TradisiKita - Berikut ini klarifikasi rumah moral Sao Ata Mosa Lakitana yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. TradisiKita kali ini akan berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dan akan menyebarkan isu seputar rumah moral Sao Ata mosa Lakitana.

Rumah moral orisinil Timor ini  mempunyai bentuk mirip lingkaran telur dan tanpa tiang. Di dalam rumah moral ini terdapat suatu tempat suci untuk arwah nenek moyang yang pada saat-saat tertentu selalu dimemberikan sesaji.

Bentuk Bangunan Rumah moral Nusa Tenggara Timur :

Bentuk bangunan rumah ini dibedakan dalam 3 bentuk yang didasarkan pada model atapnya, yaitu :

  • Bentuk atap berjoglo yang merupakan rumah moral suku bangsa Sumba
  • Bentuk atap atap kerucut bulat, merupakan rumah moral suku bangsa Timor
  • Bentuk atap mirip bahtera terbalik, merupakan rumah moral suku bangsa Rote.

Masyarakat pesisir suku Sabu yang adalah pelaut menciptakan tempat tinggal adatnya menggunakan seperti bahtera. Hal ini alasannya yaitu hubungan yang akrab menggunakan kebudayaan dan kehidupan sehari-harinya. Misalnya atapnya berbentuk bahtera terbalik mengindikasikan, rakyat daerah ini mengenal bahtera & maritim sebagai alamnya. Hampir semua bab tempat tinggal dimemberikan nama bagian-bagian bahtera seperti haluan, anjungan (duru), dan burian (wui). Duru merupakan bab yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki , sedangkan Wui bab yang diperuntukkan bagi kaum perempuan .

Di perkampungan suku bangsa Sabu, menurut bentuk tempat tinggal adatnya dibedakan sebagai dua yaitu :

  • Amu kelaga atau rumah moral yang berpanggung
  • Ammu laburai rumah yang berdinding tanah

Rumah moral Ammu kelaga merupakan bentuk rumah Sabu orisinil yang memiliki lantai panggung difungsikan sebagai balai-balai dan disebut sebagai ‘kelaga’. Bangunan ini memiliki bentuk 4 persegi panjang dengan atap lancip mirip bahtera terbalik. Tiangnya berbentuk lingkaran terbuat dari kayu pohon lontar, enau, ebonit atau kayu besi. Lantai panggungnya bertingkat 3 , yakni kelaga rai, atau panggung tanah, kelaga ae atau panggung besar, kelega dammu atau panggung loteng yang mencerminkan iktikad orang Sabu adanya tingkatan dunia, yakni dunia bawah atau dunia arwah, dunia tengah atau dunia insan dan dunia atas atau dunia para dewa.

Gambar Rumah Adat Nusa Tenggara Timur :

Demikian Sobat Tradisi, klarifikasi singkat mengenai tempat tinggal moral Sao Ata Mosa Lakitana yang dari berdasarkan tempat Nusa Tenggara Timur.

Sumber acuan :

http://budaya-indonesia.Org/Sao-Ata-Mosa-Lakitana/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar