Tari Piring berdasarkan?Http://www.Portalsejarah.Com | TradisiKita - Mungkin dari sekian banyak warga Indonesia, sebagian saja yang tahu dari mana tari piring berasal? tari piring berasal dari Sumatera Barat tentunya. Sobat Tradisi niscaya pernah mendengarnya bukan? Tapi apakah Sobat juga sudah tahu ibarat apasih tari piring ini? bagaimana gerakan tari piring?
Pada kesempatan ini, mari kita mengenal ludang keringh akrab mengenai tari piring yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat antara lain sejarah asal undangan tari piring, gerakan, kostum, musik pengiring dan perkembangan tari piring dari Sumatera Barat.
Tari Piring berdasarkan?Http://www.Portalsejarah.Com
![]() |
| Tari Piring | http://www.portalsejarah.com |
Tari Piring atau pada bahasa Minangkabau diklaim Tari Piriang adalah tarian tradisional khas Minangkabau yaitu asal menurut Kota Solok, Provinsi Sumatara Barat. Para penarinya membawa properti berupa piring dikedua tangannya. Tari Piring ini adalah tarian dengan mobilitas cepat dengan piring dikedua belah tangan, terkadang piring dilemparkan ke udara atau dihempaskan ke tanah hingga pecah & diinjak-injak sang para penari sembari terus menari. Bagi menambah unsur-unsur estadab, magis & kejutan pada tarian ini, para penari baik pria maupun perempuan akan menginjak pecahan piring tanpa terluka sedikitpun.
Dua. Sejarah & Asal Usul Tari Piring
Sejarah atau awal mula terciptanya tarian yang disinyalir dimulai sejak 800 tahun yg lalu. Pada zaman lampau saat rakyat minang masih menyembah tuhan-yang kuasa, mereka percaya bahwa ilahi telah memdiberikan pada masyarakat output panen yang melimpah dan melindungi mereka dari mara bahaya. Sebagai ungkapan rasa syukur tadi dibuatlah ritual buat menghormati para Dewa. Sebab itu gadis penari akan memdiberikan sesaji output panen mereka dalam ilahi yang ditaruh diatas piring. Mereka akan mengenakan pakaian tata cara yg rupawan dan berperilaku lemah lembut guna menghadap dalam yang kuasa. Sesaji tersebut dibawa kehadapan yang kuasa sambil menari menggunakan meliuk-liukkan piring buat berkata kemampuan mereka.
Namun semenjak masuknya genre agama islam pada Minangkabau, tarian ini tidak lagi ditujukan buat menyembah para Dewa. Akan namun berkembang sebagai keliru satu kesenian khususnya seni tari yg dilakukan buat menghibur mulai berdasarkan kalangan raja sampai dengan masyarakat jelata.
Namun semenjak masuknya aliran agama islam di Minangkabau, tarian ini tidak lagi ditujukan untuk menyembah para Dewa. Akan tetapi berkembang sebagai salah satu kesenian khususnya seni tari yang dilakukan untuk menghibur mulai dari kalangan raja hingga dengan rakyat jelata.
Pada awal perkembangannya tari piring berfungsi menjadi ritual pada rangka penyembahan tuhan-dewa. Namun semenjak masuknya aliran kepercayaan islam, fungsi tari piring berkembang menjadi sarana hiburan berupa pertunjukan seni tari yg diadakan buat menghibur raja maupun warga jelata.
Pertunjukan tari piring umumnya dilakukan oleh seseorang penari atau beberapa orang penari pada jumlah ganjil mulai tiga orang - 7 orang ?Penari.
Pertunjukan tari piring umumnya dilakukan oleh seseorang penari atau beberapa orang penari pada jumlah ganjil mulai tiga orang - 7 orang ?Penari.
Pertunjukan tari piring biasanya dilakukan oleh seorang penari atau beberapa orang penari dalam jumlah ganjil mulai 3 orang - 7 orang penari.
Selanjutnya tarian akan segera dimulai dengan properti berupa piring ditangan penari. Gerakan tari piring ini adalah gerakan silek atau silat Minangkabau yg dibawakan menggunakan lincah menggunakan mempertahankan piring permanen berada ditangan penari.
Piring yang dibawa jua saling ditumbukkan satu sama lain izin muncul dentingan yg indah, namun kadang penari pula mengenakan cincin pada kedua jari tengahnya buat menghasilkan bunyi dentingan tadi.
Terdapat piring dilantai yang sudah disusun dengan spesifik yg mengarah menuju ke hadapan pengantin. Penari lalu menginjak susunan piring tadi dengan hati-hati sehingga nir terdapat yang terlewat. Setelah sampai ke ujung susunan di hadapan pengantin, kemudian penari akan berkecimpung hengkang menggunakan langkah permanen menginjak susunan piring tersebut, tetapi penari dihentikan sekali-kali menyampaikan punggungnya dalam pengantin. Setelah penari berhasil balik ke posisi awalnya menggunakan mengikuti susunan piring maka mereka pulang melaksanakan sembah penutupan dalam pengantin sebesar 3 kali.
Lima. Musik Pengiring Tari Piring
Pertunjukan tari piring dilakukan menggunakan diiringi sang alunan musik menggunakan tempo cepat yg didapatkan dari alat- indera musik tradisional Sumatera Barat . Alat musik tadi yakni berupa talempong dan saluang.
Pertunjukan tari piring dilakukan dengan diiringi oleh alunan musik dengan tempo cepat yang dihasilkan dari alat- alat musik tradisional Sumatera Barat . Alat musik tersebut yakni berupa talempong dan saluang.
Para penari tari piring menggunakan pakaian adat berciri khas ?Minangkabau menggunakan warna - warna yang mencolok yaitu warna cerah menggunakan perbedaan makna merah dan kuning keemasan.
Para penari tari piring memakai pakaian adat berciri khas Minangkabau dengan warna - warna yang mencolok yaitu warna cerah dengan nuansa merah dan kuning keemasan.
Tari piring masih mempunyai daerah dimasyarakat Sumatera Barat. Selain menjadi daya tarik pariwisata Sumatera Barat, tari piring pula kerap dipentaskan pada pesta-pesta perkawinan warga Minangkabau.
Berikut ini sebuah video tari piring yang dibawakan oleh Konsentra Grup dimabil berdasarkan situs youtube.Com
Berikut ini sebuah video tari piring yang dibawakan oleh Konsentra Grup dimabil berdasarkan situs youtube.Com
Demikian Sobat Tradisi, warta tentang tari piring menurut Provinsi Sumatera Barat. Semoga berkhasiat.
Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai tari piring dari Provinsi Sumatera Barat. Semoga berkhasiat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar