10 Senjata Pusaka Indonesia Yang Melegenda | TradisiKita - Indonesia sangat kaya akan sopan santun istiadat dan kebudayaannya. Salah satu bentuk kebudayaan yang lahir dari kearifan lokal Indonesia yang telah tumbuh dan berkembang semenjak zaman berlalu dan silam yaitu senjata pusaka.
Seperti yg sudah kita ketahui bahwa pada zaman berlalu dan silam Indonesia terdiri menurut kerajaan-kerajaan yang pernah mengalami kejayaan dalam waktunya. Dari beberapa kerajaan yg dikenal & banyak digunakan pada Nusantara, terceritakan jua kesatria-kesatria sakti menggunakan poly sekali kisah legendanya. Tentu saja beberapa mereka menggunakan senjata pusaka jago dan luar biasaan yang relatif dikenal & banyak digunakan.
Tidak jarang menurut beberapa legenda perihal kesatria Nusantara tadi, hingga ketika ini masih terdapat benda pusaka peninggalannya. Dan dalam kesempatan ini, TradisiKita akan mencoba mengumpulkan 10 Senjata Pusaka Indonesia yg melegenda.
Senjata-senjata pusaka tadi menyimpan kisah yg akan kami bahas pada kesempatan lain. Oke Sobat, eksklusif saja kita simak 10 senjata pusaka Indonesia yang melegenda tidak hanya pada Nusantara, akan tetapi pula warga dunia.
10 Senjata Pusaka Indonesia Yang Melegenda

Senjata Pusaka Indonesia No 1 : Keris Empu Gandring
Keris Mpu Gandring yaitu senjata pusaka yg dikenal & banyak digunakan dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di tempat Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini dikenal & poly digunakan sebab kutukannya yg memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri & pemakainya, ken Arok.
Keris ini dibuat oleh seseorang pintar besi yg dikenal sangat sakti yg berjulukan Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok, salah seorang tokoh penyamun yg menurut seseorang brahmana berjulukan Lohgawe yaitu titisan wisnu. Ken Arok memesan keris ini pada Mpu Gandring menggunakan waktu satu malam saja, yang merupakan pekerjaan hampir tidak mungkin dilakukan sang para "mpu" (gelar bagi seseorang pandai logam yg sangat sakti) dalam masa itu. Namun Mpu Gandring menyanggupinya dengan kekuatan mistik yang dimilikinya. Bahkan kekuatan tadi "ditransfer" kedalam keris buatannya itu buat menambah kemampuan dan kesaktian keris tadi.
Setelah terselesaikan sebagai keris dengan bentuk dan wujud yg sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan meludang kecepehi keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menuntaskan pekerjaannya menciptakan sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang merogoh keris tadi yang menurutnya telah satu hari dan wajib diambil. Kemudian Ken Arok menguji Keris tadi dan terakhir Keris tadi ditusukkannya pada Mpu Gandring yang syahdan menurutnya tidak menepati kesepakatan (lantaran sarung keris itu belum selesai dibuat) seludang kecepehnya bahkan dikatakan buat menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si produsen keris (yang justru disimpan dalam keris itu buat menambah kemampuannya). Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan menurut Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan penghilangan nyawa elit kerajaan Singhasari yakni :
- Mpu Gandring, Sang Pembuat Keris.
- Kebo Ijo, rekan Ken Arok.
- Tunggul Ametung, Penguasa Tumapel ketika itu.
- Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singasari.
- Ki Pengalasan, pengawal Anusapati yang membunuh Ken Arok
- Anusapati, Anak Ken Dedes yang memerintah Ki Pengalasan membunuh Ken Arok.
- Ken Dedes
Setelah itu keris tadi "diamankan" oleh seorang raja jawa, dan hingga waktu ini keberadaan keris mpu gandring ini masih menjadi rahasia.

Senjata Pusaka Indonesia No dua : Tombak Kyai Plered
Apabila dilihat dari asal permintaan tombak kyai plered , ada sebuah kisah yang tidak masuk pada kebijaksanaan kita. Dimana tombak kyai plered merupakan perubahan bentuk dari kemaluan seorang pertama berjulukan Syekh Maulana Maghribi. Namun pada kenyataannya, tombak ini cukup dikenal dan banyak digunakan dilingkungan masyarakat Pulau Jawa.
Tombak kyai plered ini adalah senjata keraton yogyakarta dan merupakan senjata raja mataram pertama yaitu Panembahan Senapati yang memiliki nama orisinil Danang Sutawijaya. Oleh Panembahan Senapati, senjata tombak kyai plered ini digunakan buat mengalahkan Bupati Jipang Arya Penangsang pada perang tanding pada pinggir Bengawan Solo.
Senjata Pusaka Indonesia No 3 : Kujang
Kujang merupakan sebuah senjata unik dari loka Jawa Barat yang sangat dikenal & banyak digunakan pada Indonesia. Berdasarkan berita menurut id.Wikipedia.Org, Kujang mulai dibuat kurang lebih era ke-8 atau ke-9, terbuat berdasarkan besi, baja & materi pamor, panjangnya kurang lebih 20 sampai 25 centimeter & beratnya lebih kurang 300 gr.
Kujang adalah perkakas yg merefleksikan ketajaman & daya kritis pada kehidupan pula melambangkan kekuatan & keberanian buat melindungi hak dan kebenaran. Menjadi karakteristik khas, baik menjadi senjata, indera pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.
Kujang yaitu sebuah alat pertanian yg biasa digunakan sang penduduk masa itu. Lantaran virtual Raja Kuda Lalean (raja sebelum Prabu Siliwangi) buat menciptakan sebuah senjata yang mencirikan tanah pasundan. Ia lalu melaksanakan suatu tirakat Tapa Brata buat mendapat petunjuk dari Sang Pencipta Alam Semesta. Alhasil didapatkanlah pandangan gres yang lalu Ia menyuruh seorang Empu buat menyebarkan sebuah senjata yg bercirikan kerajaannya itu. Senjata itu kemudian dianggap dengan Kujang Pusaka.

Setelah Raja beralih dalam Prabu Siliwangi, beliau Prabu Siliwangi menyempurnakan Kujang Pusaka sebagai menyerupai yang Anda kenal saat ini. Yaitu pegangan kujang yang diukir membangun ketua macan. Ukiran kepala macan yaitu sebuah bentuk penghormatan Sang Prabu terhadap Macan Putih yg telah senantiasa sebagai pendampingnya buat membantu menghadapi agresi bangsa-bangsa yg ingin menghancurkan Kerajaan Pajajaran. Kujang Pusaka Prabu Siliwangi inilah yang kerap kita lihat ketika ini.
Senjata Pusaka Indonesia No 4 : Rencong
Senjata pusaka Indonesia yg berasal dari Provinsi Aceh dianggap dengan rencong. Senjata ini jua memiliki keunikan, karakteristik khas & cerita/histori tersendiri. Dan alasannya adalah senjata yang mematikan inilah Aceh jua di kenal menggunakan sebutan tanah rencong.
Rencong ini dipakai sang raja-raja, bangsawan & beberapa pejuang Aceh pada melawan penjajahan bangsa asing berlalu dan silam. Rencong diselipkan dipinggang sisi depan pula menjadi arti siap bertempur hingga darah penghamampun. Tak menyerupai keris yg dipakai pada kudang kecepeasaan Jawa, keris diselipkan dipinggang sisi belakang dan berkesan disembunyikan
Dalam catatan histori Aceh seseorang pejuang Aceh pernah menewaskan segerombolan serdadu Belanda yg bersenjata komplit cuma menggunakan sudang kecepelah rencong. Momen ini bikin penjajah Belanda sangatlah terpukul serta bahkan jua kehilangan kebijaksanaan s pikirkan perihal insiden yg asing ini. Inilah penyebab Belanda menyebutkan orang Aceh juga menjadi orang hilang ingatan atau Aceh Pungo.

Senjata Pusaka Indonesia No 5 : Mandau
Mando (Mandau) yaitu senjata tajam homogen bendo dari dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk galat satu senjata pusaka Indonesia. Berbeda menggunakan bendo biasa, mandau memiliki ukiran - goresan pada kepingan bilahnya yang nir tajam. Sering pula dijumpai embel-embel lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga menggunakan maksud memperindah bilah mandau.

Mando (ejaan Indonesia: Mandau, yaitu ejaan yang salah ) asal berdasarkan bahasa Dayak Kalimantan Tengah, yaitu berasal istilah "Man" yaitu kependekan menurut kata "kuman" yg bearti "makandanquot; & dibentuk menurut kata "do" yaitu kependekan dari istilah "dohong" yakni pisau belati spesial Kalimantan tengah. Kaprikornus secara harafiah Mando bearti "makan Dohongdanquot;, maksudnya yaitu karena sejak senjata mando menjadi terkenal di kalimantan tengah, dohong yg adalah senjata pisau terawal milik Dayak Ngaju kal-teng sebagai kalah terkenal atau tergerus kalah sang mando. Kekalahan terkenal dohong tadi berakibat sebutan untuk jenis bendo yg mengalahinya kemudian dianggap "mando".
Suku Dayak menggunakan senjata Mandaunya dikenal dan banyak dipakai kejam & sangat menguasai dalam peperangan, kelompok klan mereka melawan bangsa-bangsa lain yg datang ke pulau kalimantan, termasuk bangsa Melayu dan Bangsa Austronesia, alasannya seringnya peperangan antar klan dan bangsa-bangsa yg tiba ke pulau kalimantan, Pedang mandau sebagai dikenal dan banyak dipakai dengan bilah senjatanya yg tajam & dipakai buat memenggal kepala musuh-musuhnya (tata cara Pengayauan suku Dayak) hingga para bangsa lainnya tidak berani memasuki loka mereka. Hingga sampai menggunakan sekarang Mandau sebagai sebutan nama sebuah senjata sopan santun asli Pulau Kalimantan. Arti mandau bahu-membahu menurut suku dayak katulistiwa. Dau teraebut artinya senjata. Man merupakan keberanian . Yang dianu suku tionghoa pedalaman
Senjata Pusaka Indonesia No 6 : Badik
Batik merupakan senjata tradisional yang relatif fenomenal. Badik yaitu senjata pusaka Indonesia yang berasal menurut tempat Makasar - Sulawesi Selatan dan Provinsi Lampung.
Senjata ini berbentuk menyerupai pisau biasa, namum gagangnya membengkok menyerupai gagang golok, sedang mata pisaunya membengkok pada kepingan ujung. Penyebutan badik terhadap senjata ini mengingatkan kita pada senjata tradisional dari Bugis, tidak terang aal usulnya apakah senjata Badik lampung adalah senjata "kiriman" berdasarkan Bugis, atau sebaliknya, hingga saat ini belum bisa dipastikan. Yg jelas jikalau kit amati berdasarkan bentuknya memnang masih ada kemiripan antara badik lampung menggunakan badik bugis. Badik Lampung biasanya jua ditidak terdapat yg kurangi dengan sarung terbuat berdasarkan kayu. Yang menrik ternyata sampai waktu ini masih dibentuk oleh orang Lampung. Berdasarkan fakta yg diperoleh dari si pembuatnya sendiri bahwa badik yg diproduksinya itu merupakan badik asli lampung dan pengteahuan yg diperolehnya yaitu adalah warisan menurut leluhurnya.

Senjata Pusaka Indonesia No 7 : Celurit
Bagi warga Madura, celurit yaitu benda yg wajib dimiliki, dan alasan lebih poly didominasi penduduk Madura memilikinya alasannya adalah benda tersebut tidak sanggup terlepas menurut kehidupan sehari-hari, menyerupai celurit dipakai sebagai indera memotong rumput di ladang, memotong kayu, dan ludang kecepeh parahnya lagi, umumnya digunakan sebagai alat menikam lawannya hingga tewas, atau kata dalam bahasa Madura, yakni carok.

Senjata Pusaka Indonesia No 8 : Parang Salawaku
Parang Salawaku yaitu sepasang senjata tradisional berdasarkan Maluku. Parang Salawaku terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku (perisai) yg pada masa kemudian yaitu senjata yang dipakai untuk berperang. Di lambang pemerintah kota Ambon, sanggup dijumpai pula Parang Salawaku. Bagi masyarakat Maluku, Parang & Salawaku yaitu simbol kemerdekan masyarakat.
Senjata Pusaka Indonesia yang melegenda ini sanggup disaksikan pada ketika menari Cakalele, yaitu tarian yang menyimbolkan kekuatan kaum laki-laki Maluku. Parang di asisten penari melambangkan keberanian sementara salawaku di tangan kiri melambangkan usaha untuk mendapat keadilan.
Parang Salawaku merupakan kerajinan tangan khas orang Maluku. Parang dibuat dari besi yang ditempa menggunakan berukuran bervariasi, umumnya antara 90-100 centimeter. Pegangan bendo terbuat berdasarkan kayu besi atau kayu gapusa. Sementara itu, salawaku dibentuk menurut kayu keras yang dihiasi kulit kerang laut.

Senjata Pusaka Indonesia No 9 : Wedhung
Wedhung merupakan salah satu dari sekian banyak senjata pusaka Indonesia yang diciptakan, tetapi belum diketahui niscaya awal pembuatannya. Jika kita amati dilapangan banyak ditemukan type menyerupai senjata Wedhung, menyerupai di aliran sungai Brantas dan Cirebon. Maka bisa ditarik kesimpulan, senjata ini kemungkinan sudah ada sekitar era ke-10. Wedhung berkembang pada era demak bahwa wedung yaitu senjata trendi masa itu itu terbukti Terdapat sebuah kampung namanya desa Wedung, sejarahnya tempat memproduksi wedung, di wilayah Demak. .awal tiruananya emang dari sebuah fungsi senjata babat dan berubah menjadi senjata spiritual atau pusaka dan juga merupakan simbol status
Senjata Wedhung ini berbentuk menyerupai pisau tetapi ukurannya ludang kecepeh akbar. Penggunaannya sama dengan Keris. Tetapi, kalau Keris umumnya diselipkan di belakang pinggang, senjata Wedhung dipakai di muka. Tak menutup kemungkinan terdapat juga yg menggunakannya di samping badan.
Sumpit atau sumpitan (bahasa Kalimantan Tengah: sipet) yaitu senjata pusaka yang melegenda. Senjata tradisional ini dipakai buat berburu juga dalam pertempuran terbuka atau menjadi senjata diam-membisu buat pembunuhan diam diam.
Penggunaan sumpit yaitu dengan cara ditiup. Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini mempunyai keunggulan tersendiri alasannya adalah mampu dipakai menjadi senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena materi pembuatannya yang alami. Dan galat satu keludang kecepehan berdasarkan sumpit atau sipet ini mempunyai akurasi tembak yg mampu mencapai 200 meter.
Banyak masyarakat Indonesia dalam zaman berlalu & silam yg memakai sumpit, diantaranya yaitu warga suku Dayak di Kalimantan.
Pada zaman penjajahan pada Kalimantan berlalu & silam kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, ad interim prajurit Dayak umumnya hanya menghebat dan luar biasakan sumpit. Akan namun, serdadu Belanda ternyata jauh ludang kecepeh takut tentang anak sumpit keberat sebelah prajurit Dayak diterjang peluru. Yang menciptakan pihak penjajah gentar itu yaitu anak sumpit yg beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yg dianggap damek.

Demikian Sobat Tradisi, 10 Senjata Pusaka Indonesia yg Melegenda. Senjata tradisi tersebut diatas, pernah mempunyai kejayaan dizaman berlalu dan silam kala, dan sebagai benda pusaka dalam ketika sekarang.
Referensi :
id.Wikipedia.Org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar