Sabtu, 25 Desember 2021

Dongkrek, Kesenian Tradisional Madiun

Dongkrek, Kesenian Tradisional Madiun | Kota Madiun yaitu sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 160 km sebelah barat Surabaya, atau 111 km sebelah timur Surakarta, Jawa Tengah. Di kota ini terdapat sentra industri kereta api. Selain dikenal sebagai kota yang penuh sejarah, kota Madiun mempunyai aneka macam kesenian tradisional yang unik.

Salah satu yang unik dari kesenian tradisional Madiun yaitu Dongkrek . Dongkrek yaitu kesenian tempat orisinil dari Desa Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Indonesia.

Asal Usul Dongkrek

Kesenian Dongkrek ini berupa tarian dan iringan musik yang mengkisahkan upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengatasi pageblug mayangkoro, dimana ketika itu masyarakat Mejayan tidak sengaja wabah penyakit dikisahkan pagi harinya sakit sore harinya meninggal, begitu pun ketika sore sakit maka paginya meninggal. Kronologis upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengusir pageblug mayangkoro inilah yang menjadi inti dongeng dari kesenian dongkrek ini.

Dongkrek yang merupakan kesenian tradisional Madiun, lahir sekitar tahun 1867 di Kecamatan Caruban yang waktu ini namanya berganti menjadi Kecamatan Mejayan, kabupaten Madiun. Kesenian itu lahir pada masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro yg menjadi demang (jabatan setingkat kepala desa) yg membawahi lima desa.

Perkembangan Kesenian Tradisional Dongkrek

Kesenian Tradisional Dongkrek ini mengalami pasang surut pada perkembangannya.Mengalami masa kejayaan antara 1867 - 1902, tetapi sehabis itu, perkembangannya mengalami pasang surut seiring pergantian kondisi politik pada Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kesenian dongkrek sempat dilarang sang pemerintahan Belanda buat dipertontonkan dan dijadikan pertunjukan kesenian warga . Saat masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, kesenian ini dikesankan menjadi kesenian genjer-genjer yang dikembangkan PKI buat memperdaya rakyat umum. Sehingga kesenian dongkrek mengalami masa pasang surut jawaban akibat politik.

Pertunjukan Dongkrek Madiun

Dalam pertunjukannya, kesenian tradisional Madiun ini menampilkan komposisi para pemain fragmen satu babak yang menggambarkan pengusiran roh halus. Yaitu terdiri dari barisan buto kolo, orang bau tanah sakti dan kedua wanita bau tanah separuh baya. Para wanita yang disimbulkan posisi lemah sedang dikepung oleh para pasukan buto kala dan ingin mematikan wanita tersebut, maka muncullah sesosok lelaki bau tanah dengan tongkatnya mengusir para barisan roh halus tersebut untuk menjauh dari para wanita tersebut.

Selanjutnya, melalui peperangan yg relatif sengit, permasalahan antar rombongan buto kolo menggunakan orang bau tanah sakti, & dimenangkan oleh orang bau tanah tadi. Pada episode selanjutnya, orang bau tanah tersebut sanggup menyelamatkan ke 2 perempuan berdasarkan bahaya para buto kolo tersebut & rombongan buto kolo itu mengikuti & patuh terhadap kehendak orang bau tanah sakti tersebut, lalu orang bau tanah yg didampingi 2 wanita itu menggiring pasukan buto kolo keluar berdasarkan desa mejayan sebagai akibatnya sirnalah pagebluk yg menyerang warga desa mejayan selama ini dan tradisi ini sebagai ciri kebudayaan rakyat caruban, dengan sebutan Dongkrek.

Iringan Musik Dongkrek

Dongkrek ditampilkan dengan iringan musik tradisional yang khas dari Madiun, berupa suara yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang ketika digesek berbunyi krek.

Dari bunyi dung dalam kendang dan krek dalam korek itulah ada nama kesenian Dongkrek.Dalam perkembangannya dipakai jua komponen alat musik lainnya berupa gong, kenung, kentongan, kendang & gong berry sebagai kumpulan antar budaya yang dialiri kebudayaan Islam, kebudayaan cina dan kebudayaan rakyat jawa pada umumnya.

Dalam tiap pementasan dongkrek, ada tiga topeng yg digunakan para penari. Ada topeng super besar atau ?Buto? Pada bahasa Jawa dengan muka yg angker. Ada topeng wanita yg sedang mengunyah kapur sirih dan topeng orang bau tanah lambang kebajikan. Dan bila ditarik konklusi, maksud dursila balasannya akan lebur juga menggunakan kebakan & kebenaran sinkron menggunakan sesanti atau moto surodiro joyoningrat, ngasto tekad darmastuti. Dalam islam istilahnya, Ja?Al haq wa zahaqal bathil. Innal Bathila kaana zahuqa.

 yaitu sebuah kota di Provinsi Jawa Timur Dongkrek, Kesenian Tradisional Madiun

Demikian Sobat Tradisi, sekilas mengenai Dongkrek, Kesenian Tradisional Madiun. Semoga berkhasiat.

Referensi :

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Dongkrek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar