Selasa, 28 Desember 2021

Tari Guel Dari Provinsi Aceh

Tari Guel yaitu seni tari tradisional Aceh yang merupakan khasanah kekayaan budaya Gayo. Khususnya di tempat dataran tinggi gayo, tarian ini mempunyai cerita panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari menyampaikan tarian ini bukan hanya sekadar tari. Dia merupakan adonan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri.

Kisah panjang dan unik mengenai tari guel dari Aceh ini, telah kami tulis dalam artikel dengan kategori Asal Mula Tari Guel Aceh .

Pada kesempatan ini, TradisiKita akan menulis artikel mengenai tari Guel, apakah tari guel itu? Bagaimana pertunjukan tari tradisional Aceh, menyerupai apa musik pengiring tari guel? Tiruana informasinya bisa Sobat ketahui dibawah ini

Tari Guel Aceh

 yang merupakan khasanah kekayaan budaya Gayo Tari Guel dari Provinsi Aceh
Tari Guel, image : renyfharina.blogspot.com

1. Sejarah Tari Guel

Untuk Sejarah dan usal seruan tari guel, Sobat bisa mengunjungi artikel Asal Mula Tari Guel Aceh

2. Fungsi Dan Makna Tari Guel

Tari Guel pada awalnya ludang kecepeh difungsikan sebagai penggalan dari upacara budbahasa tertentu di kalangan masyarakat Gayo, baik secara ritual budbahasa maupun perayaan adat, kemudian bermetamorfosis sebuah tarian pertunjukan, sebagai wujud pelestarian budaya.

Bagi rakyat Gayo, Tari Guel tidak hanya sekedar tarian biasa, tarian ini memiliki evaluasi-penilaian & filosofi yg mewakili budaya mereka. Sehingga setiap babak dan gerakan dalam tarian ini mengandung pesan & penilaian-evaluasi spesifik di dalamnya.

Tiga. Pertunjukan Tari Guel

Dalam pertunjukannya, Tari Guel biasanya ditampilkan oleh sekelompok para penari laki-laki dan penari wanita.  Jumlah para penari dalam perkembangannya terdiri dari kelompok laki-laki dan perempuan berkisar antara 8-10 ( Wanita ), 2-4 ( Pria ). Penari Pria dalam setiap penampilan selalu tampil sebagai simbol dan primadona, melambangkan kondusif manyak atau lintoe Baroe dan Guru Didong. Jumlah penabuh biasanya minimal 4 orang yang menabuh canang, gong, gegedem, dan memong.

Gerakan Tari Guel ini sangat unik dan gerakannya disesuaikan menggunakan bunyi musik pengiring. Yang menarik di sini, gerakan penari pria & penari perempuan cenderung tidak sama. Gerakan penari pria ludang kecepeh bervariatif dan meliputi semuanya, sehingga tidak tanggal dari perhatian para penonton yang menyaksikannya. Adapun gerakan dasar tarian guel terdiri menurut salam semah (munatap), kepur nunguk, sining lintah, semer kaleng (sengker kalang) dan dah-papan.

Pertunjukan tari guel dibagi pada empat babakan baku. Terdiri menurut babak Mu natap, Babak II Dep, Babak III Ketibung, Babak IV Cincang Nangka. Ragam Gerak atau mobilitas dasar yaitu Salam Semah (Munatap ), Kepur Nunguk, Sining Lintah, Semer Kaleng (Sengker Kalang), Dah-Papan.

4. Penari Guel

Di tanah Gayo, berlalu dan silamnya dikenal begitu banyak penari Guel. Seperti Syeh Ishak di Kampung Kutelintang-Pegasing, Aman Rabu di kampung Jurumudi-Bebesan, Ceh Regom di Toweren. Penari lain yang kurun waktun 1992 hingga 1993 yang waktu itu masih hidup yaitu Aman Jaya-Kampung Kutelintang, Umer-Bebesen, Syeh Midin-Silih Nara Angkup, Safie-Gelu Gele Lungi-Pegasing, Item Majid-Bebesen. Mereka waktu itu rata-rata sudah berusia 60-an. Saat ini sudah meninggal sehingga alih generasi penari menjadi gangguan dan aral serius.

Walaupun terdapat penari yang lahir alasannya adalah talenta sendiri, bukan pribadi diajarkan secara teori & praktik sang para penari pakar menyerupai disebutkan, keterampilan menari mereka tak sepiawai para penberlalu & silamnya. Begitu juga pengiring penggiring musik tetabuhan menyerupai Rebana semakin langka, apalagi ingin menyamakan menggunakan seorang dedengkot almarhum Syeh Kilang pada Kemili Bebesen.

5. Pengiring Tari Guel

Dalam pertunjukan Tari Guel biasanya diiringi oleh musik tradisional dan lantunan lagu daerah/adat. Musik pengiring Tari Guel ini biasanya terdiri dari canang, gong, gegedem, dan menong. Sedangkan lagu tempat yang dibawakan ludang kecepeh bertema kesedihan atau kepiluan, sehingga sangat sesuai dan menciptakan pertunjukan Tari Guel ini ludang kecepeh hidup.

6. Kostum Tari Guel

Kostum atau busana tradisional Aceh khas Gayo yang disebut dengan baju kerawang. Selain itu salah satu ciri khas dari kostum Tari Guel ini yaitu kain opoh ulen-ulen yang dikenakan di punggung penari pria, dan dipakai sebagai atribut menarinya.

7. Perkembangan Tari Guel

Tari Guel masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Kreasi dan variasi tari guel juga terus dikembangkan dan sering ditampilkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, kostum, maupun pengiringnya, biar terlihat menarik namun tidak meninggalkan ciri khas dan keasliannya.

Selain itu, tari guel ini juga nir hanya ditampilkan di poly sekali acara budbahasa saja, tetapi jua seringkali ditampilkan pada banyak sekali program budaya menyerupai pertunjukan seni, bazar budaya, & promosi pariwisata. Hal ini tentu dilakukan menjadi perjuangan pelestarian dan memperkenalkan pada generasi belia dan rakyat luas akan kesenian Tari Guel ini.

Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai Tari Guel menurut Provinsi Aceh. Semoga memberi manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar