Mengenal Kain Tenun Tradisional Khas Lombok | TradisiKita - Indonesia mempunyai banyak kain tradisional berupa kain tenun yang merupakan warisan nenek moyang kita. Demikian juga Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Lombok.
Suku Sasak yg terdapat pada Pulau Lombok memiliki keterampilan pada membentuk kain tenun yang spesial . Kaum wanita pada Lombok mempunyai keterampilan menenun alasannya adalah yaitu hal ini adalah persyaratan kadab akan berkeluarga. Setidaknya mereka wajib bisa membangun tiga kain buat dirinya sendiri, buat suami & satu lagi buat mertua perempuan .
Jenis Kain Tradisional Khas Suku Sasak - Lombok
Setidaknya ada 4 teknik dalam menciptakan kain tenun tradisional yang dikenal oleh Masyarakat suku Sasak di Lombok, yaitu :- Kain tenun pelekat. Adalah kain sarung tenun dan mempunyai motif loreng /bertapak catur. Cara membuatnya dengan mencelup benang lungsin yang disusun secara sejajar dan benang pakan yang disematkan melintang ke benang lungsin, ke dalam warna sehingga menciptakan corak rias yang memdiberikan warna beraneka warna dengan bentuk kotak-kotak besar dan kecil. Dan di Suku Sasak dikenal dengan beberut .
- Kain tenun songket yaitu kain yang punya hiasan timbul yang terbuat dari benang katun, benang emas atau benang perak.
- Kain tenun sulam yaitu teknik menjahitkan benang berwarna di permukaan kain menurut rujukan dan corak tertentu.
- Kain tenun ikat. Dalam pembentukan motif dilakukan dengan cara mengikat bab tertentu pada benang sehingga bab tersebut tak tidak sengaja warna dikala benang dicelup dalam zat warna. Diikat sedemikian rupa sehingga akan membentuk bentukan dan keharmonisan warna sesuai motif yang ditentukan sebelumnya
Baca pula : 11 Kain Adat Tradisional Indonesia
Motif Kain Tradisional Khas Suku Sasak - Lombok
Motif pada tenun Lombok beragam. Ragamnya dipengaruhi oleh budaya yang telah mempengaruhi Suku Sasak.Saat masa Hindu, motif tumpal/pucuk rebung yg punya bentuk segitiga ibarat menggunakan perpaduan gunung. Motif ini melambangkan Dewi Sri.
Saat Islam masuk, motif kain pun ludang keringh secara generik dikuasai tumbuh-tumbuhan, ibarat suluran, pucuk rebung, pohon hayat, bunga-bunga dan bunga bersusut delapan ibarat bintang. Sedang motif geometris hanya ada dalam kain pelekat. Motif hewan yang terdapat pada masa Hindu tergantikan menggunakan motif kaligrafi Huruf Arab kecuali motif burung.
Keludang keringhan yang dimiliki sang kain Lombok ini yaitu mempunyai tekstur tebal, nir simpel kusut & tak mudah luntur.
Sentra Produksi Kain Tradisional Khas Suku Sasak - Lombok
Setidaknya ada 3 kawasan yang menjadi pusat pembuatan kain tradisional Suku Sasak di Lombok, yaitu pusat tenun desa Sukarara di Lombok Barat, pusat tenun sekaligus desa adat Sade di Lombok Tengah serta pusat tenun desa Pringgasela di Lombok Timur.a. Sentra Kain Tenun Desa Sukarara - Lombok Tengah
Lokasi Desa Sukarara berada di luar jalur jalan negara, Kecamatan Jonggot, Lombok Tengah. Perjalanan menuju desa ini sanggup ditempuh menggunakan angkutan umum dari Bertais ke Praya dan turun kadab menjelang hingga di Puyung. Kemudian sanggup dilanjutkan dengan menggunakan jasa ojek menuju Sukarara. Desa ini berjeda sekitar 25 km dari kota Mataram. Disarankan, bila berkunjung ke desa ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, mengingat angkutan umum yang jarang untuk ditemui.Kain tenun yang dihasilkan di Desa Sukarara merupakan kerajinan Home Industry yang dikerjakan oleh kaum perempuan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Motif-motif songket yang ditawarkan sangat beragam, antara lain motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat, motif begambar tokek yang merupakan simbol keberuntungan, motif pakerot yang berbentuk horizontal, motif trudak yang berwarna violet, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif mempunyai artinya sendiri-sendiri.
Selain kain songket, Desa Sukarara pula menghasilkan tenun ikat. Bahan tenun ikat sangat sederhana yakni terbuat dari materi katun. Waktu produksi tidak membutuhkan ketika yang lama , relatif satu hari penenun mampu menuntaskan tenun ikat sepanjang tiga meter.
Bahan kain tenun Sukarara sebagian akbar berdasarkan benang kapas. Salah satu toko terbesar pada desa sentra tenun ini, memiliki ruang spesifik buat memintal benang, juga pewarnaannya. Pewarnanya sendiri umumnya terbagi 2, pewarna alami dan orisinil pabrik (kimia). Cara membedakan jawaban menurut 2 jenis pewarnaan ini, hasil pewarnaan alami umumnya lembut, soft dan tidak mencolok.
![]() |
| Kain Tenun Desa Sukarara relatif mudah, letaknya satu jalur menggunakan Tanjung An & Pantai Kuta. Masuk ke Desa ini anda akan melihat disetiap teras rumah warga , wanita-wanita 'tua' akan menyambut anda dengan senyuman spesial mereka sambil menenun kain dengan tangan yang lihai, hasil tenunan tersebut tentu tidak kalah saing dengan tenunan mesin modern. Selain itu Desa Sade ini jua mempunyai lingkungan yang Asri, bangunan-bangunan nya terkesan sangat 'tradisional', dan tak hanya itu, Di Desa Sade ini anda juga melihat eksklusif Masjid Kuno peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh hingga ketika ini, dan selain sebagai daerah diberibadah masyarakat Desa Sade, Masjid ini juga dijadikan sebagai kawasan menggelar Adat Maulid Nabi SAW. |
b. Sentra Kain Tenun Sade - Lombok
Motif-motif tenun yg dihasilkan di Desa Sade ludang keringh banyak menyesuaikan buat produksi selendang atau syalnya. Hal ini dilakukan karena yaitu ramainya para pengunjung menurut poly sekali macam kalangan mulai dari pudang keringsnis sampai para pendaki gunung. Para pengunjung ini justru memesan motif eksklusif dalam syal untuk dijadikan sang-oleh.
Seorang pemintal benang di desa Sade output gambar : https://akibatguna2istrimuda.Wordpress.Com
d.? Sentra Kain Tenun Desa Pringgasela
![]() |
| Seorang pemintal benang di desa Sade | gambar : https://akibatguna2istrimuda.wordpress.com |
![]() |
| Motif Tenun hasil Sentra Tenun Desa Sade | gambar : https://akibatguna2istrimuda.wordpress.com |
d. Sentra Kain Tenun Desa Pringgasela
Seorang penenun pada desa Pringgasela berdasarkan harga Rp. 150.000,- sampai tiga juta rupiah tergantung jenis kain, berukuran dan motif kain yang akan menghipnotis taraf kesusahan dan lama pengerjaan kain tenun tadi.
Demikian Sobat Tradisi, artikel tentang kain tenun tradisional spesial Lombok. Semoga berguna.
![]() |
| Referensi : |
http://www.Kompasiana.Com/hastira/kenali-tiga-jenis-kain-tradisional-suku-sasak-lombok_5772d359af7e61870d98500bhttp://lombokwandertour.Com/content2/170/http://hellolombokku.Com/tenun-khas-sasak-lombok-3-motif-yg-wajib -anda-miliki/http://id.Lombokindonesia.Org/tenun-desa-pringgasela-lombok/
Untuk mendapat banyak sekali kain tenun khas suku Sasak Lombok, Sobat sanggup eksklusif membeli di sentra-sentra tenun dari Desa penghasil kain tenun sasak. Namun kalau kebetulan belum mempunyai waktu untuk mengunjungi desa penghasil kain tenun sasak, Sobat sanggup juga mengunjungi Cilinaya Shopping Centre yang berada di Pusat Kota MataramKain tenun Khas Lombok ini dijual mulai dari harga Rp. 150.000,- hingga 3 juta rupiah tergantung jenis kain, ukuran dan motif kain yang akan mempengaruhi tingkat kesusahan dan usang pengerjaan kain tenun tersebut.
Demikian Sobat Tradisi, artikel mengenai kain tenun tradisional khas Lombok. Semoga berkhasiat.
Referensi :
- http://www.kompasiana.com/hastira/kenali-3-jenis-kain-tradisional-suku-sasak-lombok_5772d359af7e61870d98500b
- http://lombokwandertour.com/content2/170/
- http://hellolombokku.com/tenun-khas-sasak-lombok-3-motif-yang-harus-anda-miliki/
- http://id.lombokindonesia.org/tenun-desa-pringgasela-lombok/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar