Jumat, 17 September 2021

Tari Topeng Cirebon

Tari Topeng Cirebon | TradisiKita - Tari Topeng Cirebon merupakan salah satu tarian orisinil kawasan Cirebon yang berasal dari wilayah Kesultanan Cirebon. Tari Topeng Cirebon juga termasuk sanggup ditemukan di kawasan - kawasan Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari dan Brebes. Pada artikel kali ini, TradisiKita akan menyajikan informasi mengenai seluk beluk tari Topeng Cirebon mulai dari sejarah tari topeng Cirebon, fungsi dan arti tari topeng Cirebon, pertunjukan tari topeng Cirebon, kostum penari dan musik pengiring tari topeng Cirebon serta video tari topeng Cirebon yang akan menambah kecintaan Sobat Tradisi akan kekayaan budaya Bangsa Indonesia.

Baca Juga : Tari Topeng Betawi

Menurut pendapat salah seorang seniman menurut ujung gebang-Susukan-Cirebon, Marsita, kata topeng asal menurut kata? Taweng? Yang berarti tertutup atau menutupi. Sedangkan menurut pendapat generik, kata istilah topeng mengandung pengertian menjadi penutup muka / kedok. Berdasarkan asal ucapnya tadi, maka tari topeng intinya adalah seni tari tradisional warga Cirebon yg secara khusus menonjolkan penggunaan epilog muka berupa topeng atau kedok sang para penari dalam saat pementasannya.

1. Tentang Tari Topeng Cirebon

Kesenian topeng Cirebon merupakan pembagian terstruktur mengenai dari dongeng Panji dimana dalam satu kelompok kesenian topeng terdiri dari dalang (yang menarasikan kisahnya) dan enam orang cowok yang mementaskannya diiringi oleh empat orang musisi gamelan atau dalam bahasa Cirebon disebut dengan Wiyaga. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java

dua. Sejarah Tari Topeng Cirebon

Menurut dongeng rakyat yang berkembang Tari Topeng diciptakan oleh sultan Cirebon yang cukup dikenal, yaitu Sunan Gunung Jati. Kadab Sunan Gunung Jati berkuasa di Cirebon, terjadilah serangan oleh Pangeran Welang dari Karawang. Pangeran ini sangat sakti alasannya yakni mempunyai pedang yang didiberi nama Curug Sewu. Melihat kesaktian sang pangeran tersebut, Sunan Gunung Jati tidak sanggup menandinginya walaupun telah dibantu oleh Sunan Kalijaga dan Pangeran Cakrabuana. Akhirnya sultan Cirebon memutuskan untuk melawan kesaktian Pangeran Welang itu dengan cara diplomasi kesenian. Berawal dari keputusan itulah kemudian terbentuk kelompok tari, dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penarinya. Setelah kesenian itu dikenal, kesannya Pangeran Welang jatuh cinta pada penari itu, dan menyerahkan pedang Curug Sewu itu sebagai mengambarkan cintanya. Bersamaan dengan penyerahan pedang itulah, kesannya Pangeran Welang kehilangan kesaktiannya dan kemudian mengalah pada Sunan Gunung Jati. Pangeran itupun berjanji akan menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati yang ditandai dengan bergantinya nama Pangeran Welang menjadi Pangeran Graksan. Seiring dengan berjalannya waktu, tarian inipun kemudian ludang keringh dikenal dengan nama Tari Topeng dan masih berkembang hingga sekarang. Selain sebagai media hiburan, tarian ini juga pernah dijadikan sebagai media komunikasi dakwah Islam di Cirebon pada zaman dulu.

3. Fungsi & Makna Tari Topeng Cirebon

Unsur-unsur yg terdapat dalam seni tari topeng Cirebon memiliki arti simbolik dan penuh pesan-pesan terselubung, baik dari jumlah topeng, rona topeng, jumlah gamelan pengiring dan lain sebagainya. Hal tadi merupakan upaya para Wali dalam membuatkan agama Islam dengan menggunakann kesenian Tari Topeng sesudah media dakwah kurang menerima respon menurut masyarakat pada masa itu.

Jumlah Topeng / Kedok seluruhnya ada 9 (sembilan ) buah, yaitu : Panji, Samba atau Pamindo, Rumyang, Tumenggung atau Patih, Kelana atau Rahwana, Pentul, Nyo atau Semblep, Jinggananom dan Aki ?Aki. Dari kesembilan Topeng / Kedok tadi yang dijadikan menjadi Kedok utama hanya 5 (lima ) buah. Kelima abjad pokok topeng yg tidak sinkron yaitu :

  1. Topeng Panji. Digambarkan sebagai sosok insan yang gres lahir, penuh dengan kesucian, gerakannya halus dan lembut. Tarian ini bagi beberapa pengamat tarian merupakan adonan dari hakiki gerak dan hakiki membisu dalam sebuah filosofi tarian.
  2. Topeng Samba, menggambarkan fase kadab insan mulai memasuki dunia kanak-kanak, digambarkan dengan gerakan yang luwes, lincah dan lucu.
  3. Topeng Rumyang merupakan citra dari fase kehidupan remaja pada masa akhil balig
  4. Topeng Tumenggung, citra dari kedewasaan seorang manusia, penuh dengan kudang keringjaksanaan layaknya sosok prajurit yang tegas, penuh dedikasi, dan loyalitas ibarat pahlawan
  5. Topeng Kelana/Rahwana merupakan visualisasi dari tabiat insan yang serakah, penuh amarah, dan ambisi. Sifat inilah yang merupakan sisi lain dari diri manusia, sisi “gelap” yang niscaya ada dalam diri manusia. Gerakan topeng Kelana begitu tegas, penuh dengan ambisi layaknya sosok raja yang haus ambisi duniawi.

Kelima abjad tari topeng Cirebon apabila dikaitkan dengan pendekatan pemikiran agama Islam mampu dijelaskan sebagai diberikut

  1. Topeng Panji merupakan kependekan dari kata MAPAN ning kang SIJI, artinya tetap kepada satu yang Esa atau dengan kata lain Tiada Tuhan selain Allah SWT.
  2. Topeng Samba Berasal dari kata SAMBANG atau SABAN yang artinya setiap. Maknanya bahwa setiap waktu kita diwajibkan mengerjakan segala Perintah- NYA.
  3. Topeng Rumyang. Berasal dari kata Arum / Harum dan Yang / Hyang (Tuhan). Maknanya bahwa kita senantiasa mengharumkan nama Tuhan yaitu dengan Do’a dan dzikir
  4. Topeng Temenggung. Memdiberikan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa mengembangkan silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh
  5. Topeng Klana. Kelana artinya Kembara atau Mencari. Bahwa dalam hidup ini kita wajib diberikhtiar.

Tari Topeng Cirebon memang difungsikan sang Sultan Cirebon Syekh Syarif Hidayatullah atau yang ludang keringh dikenal menggunakan gelar Sunan Gunung Jati menjadi alat dakwah buat mengembangkan pemikiran agama Islam di tanah Cirebon pada awal perkembangan Islam pada Cirebon, sebagai akibatnya abjad & gerakan setiap topeng memiliki skor filsafat yg menggambarkan kudang keringjaksanaan, kepemimpinan, cinta bahkan angkara murka serta mendeskripsikan bepergian hayati manusia sejak lahir sampai dewasa.

Baca Juga : 10 Tari Tradisional Jawa Barat

4. Pertunjukan Tari Topeng Cirebon

Pada zaman lampau Tari Topeng Cirebon biasanya dipentaskan memakai tempat pagelaran yang terbuka berbentuk setengah lingkaran, ibarat di halaman rumah, di blandongan (bahasa Indonesia : tenda pesta) atau di bale (bahasa Indonesia : panggung). Pagelaran Kesenian Tari Topeng Cirebon ini dikompliti dengan obor sebagai penerangannya. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, tari Topeng Cirebon pada masa modern  dipertunjukan didalam gedung dengan lampu listrik sebagai tata cahayanya.

Struktur pagelaran pada tari Topeng Cirebon bergantung pada kemampuan rombogan, kemudahan gong yang tersedia, jenis penyajian topeng & lakon (bahasa Indonesia : cerita) yg dibawakannya. Secara generik, struktur pertunjukan tari Topeng Cirebon sanggup dibedakan kedalam dua jenis yaitu :

  • Topeng alit, mempunyai struktur yang minimalis baik dari segi dalang, peralatan, kru dan sajiannya. Jumlah rata-rata kru dalam struktur pagelaran topeng alit biasanya hanya terdiri dari lima hingga tujuh orang yang ketiruananya bersifat multi peran, dalam artian tidak hanya seorang dalang Topeng saja yang membawakan babak topeng, namun para wiyaganya juga ikut membantu dengan memdiberikan guyonan-guyonan ringan. Dialog dalam topeng alit dilakukan secara impulsif berdasarkan situasi yang ada.
  • Topeng gede, mempunyai struktur yang ludang keringh besar dan baku jikalau dibandingkan dari penyajian topeng alit. Hal tersebut dikarenakan topeng gede merupakan bentuk penyempurnaan dari topeng alit, struktur topeng besar diantaranya, adanya musik pengiring (bahasa Cirebon : tetaluan) yang komplit, adanya lima babak tarian yang berurutan ibarat panji, samba, rumyang, tumenggung dan klana, adanya lakonan serta jantuk (bahasa Indonesia : nasihat) yang didiberikan pada selesai pagelaran topeng gede

Tari topeng selalu dipentaskan menggunakan diiringi oleh alat musik tradisional Jawa Barat & seorang Sinden. Adapun indera musik tradisional yang digunakan diantaranya rebab, kecrek, kulanter, ketuk, gendang, gong, dan bendhe. Namun demikian, musik pengiring tari Cirebon ini bhineka masing-masing wilayahnya. Musik pengiring tari Topeng Cirebon yang terdapat di wilayah kabupaten Cirebon & kabupaten Indramayu memakai instrumen musik bernuansa khas Cirebonan ibarat Gamelan Cirebon dan sejenisnya. Pada tari Topeng Cirebon gaya Cipunegara, musik pengiringnya justru menggunakan musik-musik Bajidoran yang adalah seni khas kebudayaan Sunda di kabupaten Subang & Gambar : sebandung.Com

Demikian Sobat Tradisi, informasi singkat mengenai Tari Topeng Cirebon Jawa Barat.

Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di penopangr-penopangr tari yang terdapat, dan masih acapkali dipentaskan dalam program-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional tempat lainnya. Salah satu maestro tari topeng yakni Mimi Rasinah, yg aktif menari & mengajarkan kesenian Tari Topeng pada penopangr Tari Topeng Mimi Rasinah yg terletak di desa Pekandangan, Indramayu, Indramayu. Sejak tahun 2006 Mimi Rasinah menderita lumpuh, tetapi ia masih tetap bersemangat buat berpentas, menari dan mengajarkan tari topeng hingga terselesaikan hayatnya, Mimi Rasinah wafat dalam bulan Agustus 2010 dalam usia 80 tahun

Penari Topeng Cirebon memakai pakaian tradisional khas Cirebon Jawa Barat, busana yang digunakan tersebut berupa toka-toka, apok, kebaya, sinjang, dan ampreng yang pada umumnya berwarna kuning, hijau, dan merah sesuai dengan abjad / topeng yang dikenakan.

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Tari_Topeng_Cirebonhttps://guruipsgempol1.Wordpress.Com/2012/03/27/tari-topeng-cirebon/http://www.Acsejukia.Edu/6002490/Sejarah_Tari_Topeng_Cirebon

Demikian Sobat Tradisi, informasi singkat mengenai Tari Topeng Cirebon Jawa Barat.

Referensi :

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Tari_Topeng_Cirebonhttps://guruipsgempol1.Wordpress.Com/2012/03/27/tari-topeng-cirebon/http://www.Acsejukia.Edu/6002490/Sejarah_Tari_Topeng_Cirebon

Demikian Sobat Tradisi, informasi singkat mengenai Tari Topeng Cirebon Jawa Barat.

Referensi :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Topeng_Cirebon
  2. https://guruipsgempol1.wordpress.com/2012/03/27/tari-topeng-cirebon/
  3. http://www.acsejukia.edu/6002490/Sejarah_Tari_Topeng_Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar