Kamis, 14 Oktober 2021

5 Baju Susila Sulawesi Selatan, Nama, Klarifikasi Dan Gambarnya

5 Baju Adat Sulawesi Selatan, Nama, Penjelasan dan Gambarnya | TradisiKita  -  Provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibukota provinsinya terletak di Makassar merupakan provinsi yang berada terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas daerahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan.

Provinsi Sulawesi Selatan dihuni oleh penduduk dari beberapa ethnis atau suku, yaitu Bugis (41,9%), Makassar (25,43%), Toraja (9,02%), Mandar (6,1%) dan sisanya merupakan suku etika Duri, Pattinjo, Bone, Maiwa, Endekan, Pattae, Kajang/Konjo serta penduduk pendatang dari pulau lain di Indonesia.

Suku/ethnis yg ada pada Sulawesi Selatan, mempunyai keragaman budaya dan etika istiadanya. Diantaranya adalah baju norma. Pada kesempatan ini, kita akan mengenal beberapa baju etika Sulawesi Selatan nir ada yg kurang dengan gambar & penjelasannya.

Baju Adat Sulawesi Selatan

Seperti yang sudah kami sampaikan diatas, bahwa masing-masing suku etika di Sulawesi Selatan memiliki keragaman baju etika yg sebagai ciri khas & ikon baju etika Sulawesi Selatan. Berikut ini beberapa baju etika Sulawesi Selatan yang bisa kami sampaikan :

1. Baju Bodo (Baju Adat Wanita Suku Bugis)

Baju Bodo ialah pakaian tradisional perempuan suku Bugis Makassar, Sulawesi, & Bugis Pagatan, Kalimantan, Indonesia. Baju bodo jua dikenali menjadi galat satu pakaian tertua di dunia.

Baju bodo berbentuk segi empat, umumnya berlengan pendek, yaitu setengah atas bab siku lengan. Dulu, baju bodo sanggup digunakan tanpa penutup payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone. Perempuan Bugis mengenakan pakaian sederhana. Sehelai sarung menutupi pinggang sampai kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memberitahuakn payudara dan leluk-lekuk dada.[2] Cara menggunakan baju bodo ini masih berlaku dalam tahun sampai tahun 1930-an.

Menurut etika Bugis, rona baju bodo yang dikenakan akan menandakan usia dan martabat si Pemakainya.

WarnaArti
Jinggadipakai oleh anak perempuan berumur 10 tahun.
Jingga dan merahdipakai oleh gadis berumur 10-14 tahun.
Merahdipakai oleh perempuan berumur 17-25 tahun.
Putihdipakai oleh para pembantu dan dukun.
Hijaudipakai oleh perempuan darah biru.
Ungudipakai oleh para janda.
Baju Bodo ini kerap digunakan untuk program etika menyerupai upacara pernikahan. Tetapi kini, baju bodo mulai direvitalisasi melalui program lainnya menyerupai lomba menari atau menyambut tamu agung

dua. Jas Tutu (Baju Adat Pria Suku Bugis)

Jika pakaian etika perempuan disebut Baju Bodo, pakaian etika yang dikenakan oleh kaum laki-laki disebut dengan Jas Tutu.

Pakaian etika yang dikenakan spesifik laki-laki suku Bugis-Makassar tidak hanya berupa jas tutu. Mengenakannya umumnya berpasangan menggunakan celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan tutup ketua berupa songkok.

Jas tutu bentuknya lengan panjang, leher berkerah serta dimemberikan kancing yang terbuat dari sepuhan emas atau perak dan dipasang dalam leher baju. Sementara, kain lipa sabbe atau lipa garusuk tampak polos namun berwarna mencolok, menyerupai merah & hijau.

Tiga. Busana Pattuqduq Towaine (Baju wanita Khas Mandar)

Baju etika Sulawesi Selatan yang disebut Pattuqduq Towaine merupakan baju etika suku Mandar. Busana yang digunakan Pattuqdu Towaine itu mencerminkan busana yang digunakan oleh perempuan mandar pada umumnya.

Baju etika Sulawesi Selatan ini dikenakan oleh wanita mandar dalam saat perkawinan dan pada ketika menari pattiqtuq. Busana pattuqdu itu ( belum masuk baju pokko & Sarung sutra spesial mandar )yg dipakai buat menari terdiri dari 18 potong, sedangkan Busana buat orang yg berumah tangga adalah 24 pangkas.

Busana Puttuqduq terdiri dari baju Rawang Boko atau bisa juga Baju Pokkoq, Lipaq Saqbe Mandardan beberapa motif sarung tenun mandar  lainnya menyerupai Lipaq Aqdi Diratte, Lipaq Aqdi Diratte Duattodong, serta hiasan kepala, tubuh dan tangan yang mencerminkan budaya Mandar.

Busana pria Mandar ludang kecepeh sederhana karena hanya terdiri dari baju jas tutup terbuat berdasarkan materi sutera bercorak bebas menggunakan rona hitam atau rona cerah. Paduannya kain sarung tenun Mandar atau acapkali ada yg memakai celana panjang kemuidian ditutup menggunakan sarung sampai sebatas lutut. Untuk penututp kepala, pria Mandar menggunakan kopiah atau lazim disebut songkok tobone menggunakan warna yang serasi antara baju bab atas dengan jas atau sarungnya.

Pria Mandar metidak ada yang kurangi busananya menggunakan melekatkan rantai emas yg dimemberikan liontin atau medalion menurut taring macan bahkan sanggup juga terbuat dari taji ayam. Hiasan tersebut diselipkan sebagian pada saku jas tutupnya dan sebagian lagi dibiarkan menjuntai ke luar. Alas kaki yang digunakan umumnya sepatu pantovel atau shebat & luar biasa yang dibentuk menurut kulit.

4. Baju Pokko

Baju Pokko merupakan baju etika Toraja untuk wanita. Baju etika Sulawesi Selatan yang satu ini ialah baju dengan lengan pendek dengan dominasi warna kuning, merah dan putih.

Masyarakat Tana Toraja sendiri masih melestarikan sandang adatnya dengan cara mewajibkan seluruh PNS di Kabupaten Tana Toraja buat menggunakan baju pokko setiap hari Sabtu. Untuk PNS pria juga diwajibkan buat memakai seppa tallung kitab setiap hari Sabtu.

5. Baju Seppa Tallung Buku

Seppa Tallung merupakan baju etika Sulawesi Selatan yaitu menurut suku Toraja. Pakaian etika Toraja ini adalah pakaian yang panjangnya sampai lutut. Sepa Tallung Buku artinya sandang etika toraja yg dipakai oleh laki-laki . Ditidak ada yg kurangi menggunakan aksesoris lainnya menyerupai kandaure, gayang, lipa?, dll.

Pakaian ini bahkan pernah sebagai perhatian dunia dalam ajang Manhunt International 2011 yang diadakan di Korea Selatan. Banyak pujian yang dimemberikankan lewat beberapa media termasuk website yang menyampaikan wacana pakaian etika yang digunakan sang penerima berdasarkan Indonesia tadi. Busana yg dipakai adalah modifikasi menurut sandang seppa tallung buku ditidak terdapat yg kurangi sayap & tanduk yang mendeskripsikan kebesaran & keagungan dari galat satu kebudayaan Indonesia tersebut.

Demikian Sobat Tradisi, 5 Baju Adat Sulawesi Selatan, Nama, Penjelasan dan Gambarnya . Semoga isu mengenai Baju Adat Sulawesi Selatan tadi memberi manfaat bagi Sobat untuk menambah wawasan kebudayaan Bangsa Indonesia.

Referensi :

  1. http://regional.liputan6.com/read/3060483/nama-baju-adat-bugis-yang-dikenakan-jokowi-di-sidang-tahunan-mpr
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Baju_bodo
  3. http://budaya-indonesia.org/Busana-Pattuqduq-Towaine
  4. https://afikrubik.com/rumah-pakaian-adat-toraja/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar