Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Desember 2021

Baju Etika Indonesia Bab 5

Baju Adat Indonesia Bagian lima | TradisiKita - Hai Sobat Tradisi, sudah usang kami belum posting artikel mengenai pakaian adat. Tentu Sobat sudah menunggu kelanjutan artikel mengenai baju moral Indonesia ini. Terkahir kita sudah mengenal banyak sekali pakaian moral dari Pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

Untuk Sobat yang belum membaca silahkan kunjungi postingnya : Pakaian Adat Indonesia Bagian 4

Pada kesempatan ini, kita akan mengulas secara singkat baju moral Indonesia berdasarkan Pulau Sulawesi & Papua. Langsung saja ya Sobat, yuk kita pelajari satu persatu, poly sekali baju moral Indonesia berdasarkan Sulawesi dan Papua, dibawah ini :

Baju Adat Indonesia Bagian lima

1. Baju Adat Sulawesi Barat

Sulawesi Barat mempunyai keragaman tata busa atau baju tradisionalnya. Terlihat dari tari tradisional Sulawesi Barat yang mempunyai keragaman dalam busananya. Misalnya, pada tari Bamba Manurung yang merupakan tarian moral Tradisional yang biasa dipertunjukkan pada ketika program pesta Adat Mamuju di hadapan para penghulu moral dan tokoh masyarakat Mamuju. Busana yang digunakan pada tari tersebut berjulukan baju Badu. Adapun perkomplitan atau aksesoris yang menghias pada baju ini ialah bunga beru-beru atau bunga melati dan kipas.

Ada lagi tari Bulu Londong yg merupakan tarian tradisional yang dilakukan menjadi pengucapan syukur dalam program Rambutuka. Tarian ini menggunakan baju moral mamasa. Baju moral mamasa terbuat menurut bulu burung. Adapun aksesoris yang mekompliti baju moral ini merupakan ketua insan, sengo, terompet alam bambu, tombak atau pedang. Tarian yang lainnya adalah tari Ma?Bundu yang merupakan tarian perang tradisional banyak macam gres yang dipadukan menggunakan beberapa tarian Tradisional Kecamatan Kalumpang dan kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Busana yang dipakai dalam tari ini merupakan pakaian kebesaran BEI. Baju kebesaran BEI dihiasi menggunakan ukir-ukiran yg terbuat menurut kerang kecil. Pakaian kebesaran BEI dihiasi dengan topi bertanduk & berpalo-palo. Aksesori pada bab tangan berupa potto ballusu (gelang-gelang ditangan). Para penari menggunakan tombak, gendang.

Baca Sekomplitnya disini.

2. Baju Adat Sulawesi Selatan

Salah satu baju moral Sulawesi Selatan yang cukup dikenal ialah baju bodo. Baju bodo merupakan baju moral suku Bugis yang tinggal di kawasan Provinsi Sulawesi Selatan.

Baju bodo berbentuk segi empat, umumnya berlengan pendek, yaitu 1/2 atas bab siku lengan. Dulu, baju bodo mampu dipakai tanpa epilog payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yg kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 ketika ia mengunjungi istana Bone. Perempuan Bugis mengenakan pakaian sederhana. Sehelai sarung menutupi pinggang hingga kaki dan baju tipis longgar berdasarkan kain muslin (kasa), menampakan payudara & leluk-lekuk dada.[2] Cara menggunakan baju bodo ini masih berlaku dalam tahun sampai tahun 1930-an.

3. Baju Adat Sulawesi Tengah

Setidaknya ada 4 baju moral Sulawesi Tengah yang sanggup Sobat temui masing-masing dari 4 suku moral yang ada disana. Salah satunya ialah suku Kaili yang telah berdiam di kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi dan kota Palu secara turun temurun.

Suku Kaili memiliki baju moral yg dipakai dalam acara tertentu menyerupai dalam acara pernikahan. Pakaian moral yang dikenakan sang kaum wanita berdasarkan suku kaili di kota palu dikenal dengan nama baju nggembe, semetara pakaian moral yang dipakai sang kaum pria diklaim baju koje/puruka pajana.

Simak penjelasannya disini .

4. Baju Adat Sulawesi Utara

Seperti halnya Sulawesi Selatan, masyarakat Sulawesi Utara juga mempunyai beberapa baju moral dari masing-masing suku. Sebut saja baju moral suku Bolaang Mongondow . Untuk Sobat yang ingin mengenal banyak sekali baju moral dari Sulawesi Selatan sanggup mengunjungi halaman ini.

Lima. Baju Adat Sulawesi Tenggara

Proses terciptanya pakaian moral merupakan melalui tahapan panjang output perkembangan daya logika, karsa atau rasa dari hasil daya kebijaksanaan berdasarkan generasi terlampau sampai menggunakan kini . Seperti halnya menggunakan masyarakat Tolaki pada Sulawesi Tenggara. Sejak lampau warga Tolaki telah membentuk pakaian yang dibentuk berdasarkan kulit kayu, yg dianggap dengan "Kinawo"

Cari tahu Baju Adat Sulawesi Tenggara tadi hanya dihalaman ini.

6. Baju Adat Papu & Papua Barat

Selain warga pada Pulau Sulawesi, warga Papua & Papua Barat memiliki baju moral tradisional yang cukup unik. Mungkin Sobat sudah tahu dan pernah mendengar koteka? Selain koteka, ternyata rakyat Papua & Papua Barat mempunyai baju moral lainnya. Ada Holim, Yokal & Sali.

Simak tiruananya dihalaman Baju Adat Papua dan Papua Barat .

Demikian Sobat Tradisi, banyak sekali Baju Adat Indonesia, dari Aceh hingga Papua . Semoga berkhasiat.

Bagian 1 |Bagian 2 |Bagian 3 |Bagian 4 |Bagian 5

Kamis, 14 Oktober 2021

5 Baju Susila Sulawesi Selatan, Nama, Klarifikasi Dan Gambarnya

5 Baju Adat Sulawesi Selatan, Nama, Penjelasan dan Gambarnya | TradisiKita  -  Provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibukota provinsinya terletak di Makassar merupakan provinsi yang berada terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas daerahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan.

Provinsi Sulawesi Selatan dihuni oleh penduduk dari beberapa ethnis atau suku, yaitu Bugis (41,9%), Makassar (25,43%), Toraja (9,02%), Mandar (6,1%) dan sisanya merupakan suku etika Duri, Pattinjo, Bone, Maiwa, Endekan, Pattae, Kajang/Konjo serta penduduk pendatang dari pulau lain di Indonesia.

Suku/ethnis yg ada pada Sulawesi Selatan, mempunyai keragaman budaya dan etika istiadanya. Diantaranya adalah baju norma. Pada kesempatan ini, kita akan mengenal beberapa baju etika Sulawesi Selatan nir ada yg kurang dengan gambar & penjelasannya.

Baju Adat Sulawesi Selatan

Seperti yang sudah kami sampaikan diatas, bahwa masing-masing suku etika di Sulawesi Selatan memiliki keragaman baju etika yg sebagai ciri khas & ikon baju etika Sulawesi Selatan. Berikut ini beberapa baju etika Sulawesi Selatan yang bisa kami sampaikan :

1. Baju Bodo (Baju Adat Wanita Suku Bugis)

Baju Bodo ialah pakaian tradisional perempuan suku Bugis Makassar, Sulawesi, & Bugis Pagatan, Kalimantan, Indonesia. Baju bodo jua dikenali menjadi galat satu pakaian tertua di dunia.

Baju bodo berbentuk segi empat, umumnya berlengan pendek, yaitu setengah atas bab siku lengan. Dulu, baju bodo sanggup digunakan tanpa penutup payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone. Perempuan Bugis mengenakan pakaian sederhana. Sehelai sarung menutupi pinggang sampai kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memberitahuakn payudara dan leluk-lekuk dada.[2] Cara menggunakan baju bodo ini masih berlaku dalam tahun sampai tahun 1930-an.

Menurut etika Bugis, rona baju bodo yang dikenakan akan menandakan usia dan martabat si Pemakainya.

WarnaArti
Jinggadipakai oleh anak perempuan berumur 10 tahun.
Jingga dan merahdipakai oleh gadis berumur 10-14 tahun.
Merahdipakai oleh perempuan berumur 17-25 tahun.
Putihdipakai oleh para pembantu dan dukun.
Hijaudipakai oleh perempuan darah biru.
Ungudipakai oleh para janda.
Baju Bodo ini kerap digunakan untuk program etika menyerupai upacara pernikahan. Tetapi kini, baju bodo mulai direvitalisasi melalui program lainnya menyerupai lomba menari atau menyambut tamu agung

dua. Jas Tutu (Baju Adat Pria Suku Bugis)

Jika pakaian etika perempuan disebut Baju Bodo, pakaian etika yang dikenakan oleh kaum laki-laki disebut dengan Jas Tutu.

Pakaian etika yang dikenakan spesifik laki-laki suku Bugis-Makassar tidak hanya berupa jas tutu. Mengenakannya umumnya berpasangan menggunakan celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan tutup ketua berupa songkok.

Jas tutu bentuknya lengan panjang, leher berkerah serta dimemberikan kancing yang terbuat dari sepuhan emas atau perak dan dipasang dalam leher baju. Sementara, kain lipa sabbe atau lipa garusuk tampak polos namun berwarna mencolok, menyerupai merah & hijau.

Tiga. Busana Pattuqduq Towaine (Baju wanita Khas Mandar)

Baju etika Sulawesi Selatan yang disebut Pattuqduq Towaine merupakan baju etika suku Mandar. Busana yang digunakan Pattuqdu Towaine itu mencerminkan busana yang digunakan oleh perempuan mandar pada umumnya.

Baju etika Sulawesi Selatan ini dikenakan oleh wanita mandar dalam saat perkawinan dan pada ketika menari pattiqtuq. Busana pattuqdu itu ( belum masuk baju pokko & Sarung sutra spesial mandar )yg dipakai buat menari terdiri dari 18 potong, sedangkan Busana buat orang yg berumah tangga adalah 24 pangkas.

Busana Puttuqduq terdiri dari baju Rawang Boko atau bisa juga Baju Pokkoq, Lipaq Saqbe Mandardan beberapa motif sarung tenun mandar  lainnya menyerupai Lipaq Aqdi Diratte, Lipaq Aqdi Diratte Duattodong, serta hiasan kepala, tubuh dan tangan yang mencerminkan budaya Mandar.

Busana pria Mandar ludang kecepeh sederhana karena hanya terdiri dari baju jas tutup terbuat berdasarkan materi sutera bercorak bebas menggunakan rona hitam atau rona cerah. Paduannya kain sarung tenun Mandar atau acapkali ada yg memakai celana panjang kemuidian ditutup menggunakan sarung sampai sebatas lutut. Untuk penututp kepala, pria Mandar menggunakan kopiah atau lazim disebut songkok tobone menggunakan warna yang serasi antara baju bab atas dengan jas atau sarungnya.

Pria Mandar metidak ada yang kurangi busananya menggunakan melekatkan rantai emas yg dimemberikan liontin atau medalion menurut taring macan bahkan sanggup juga terbuat dari taji ayam. Hiasan tersebut diselipkan sebagian pada saku jas tutupnya dan sebagian lagi dibiarkan menjuntai ke luar. Alas kaki yang digunakan umumnya sepatu pantovel atau shebat & luar biasa yang dibentuk menurut kulit.

4. Baju Pokko

Baju Pokko merupakan baju etika Toraja untuk wanita. Baju etika Sulawesi Selatan yang satu ini ialah baju dengan lengan pendek dengan dominasi warna kuning, merah dan putih.

Masyarakat Tana Toraja sendiri masih melestarikan sandang adatnya dengan cara mewajibkan seluruh PNS di Kabupaten Tana Toraja buat menggunakan baju pokko setiap hari Sabtu. Untuk PNS pria juga diwajibkan buat memakai seppa tallung kitab setiap hari Sabtu.

5. Baju Seppa Tallung Buku

Seppa Tallung merupakan baju etika Sulawesi Selatan yaitu menurut suku Toraja. Pakaian etika Toraja ini adalah pakaian yang panjangnya sampai lutut. Sepa Tallung Buku artinya sandang etika toraja yg dipakai oleh laki-laki . Ditidak ada yg kurangi menggunakan aksesoris lainnya menyerupai kandaure, gayang, lipa?, dll.

Pakaian ini bahkan pernah sebagai perhatian dunia dalam ajang Manhunt International 2011 yang diadakan di Korea Selatan. Banyak pujian yang dimemberikankan lewat beberapa media termasuk website yang menyampaikan wacana pakaian etika yang digunakan sang penerima berdasarkan Indonesia tadi. Busana yg dipakai adalah modifikasi menurut sandang seppa tallung buku ditidak terdapat yg kurangi sayap & tanduk yang mendeskripsikan kebesaran & keagungan dari galat satu kebudayaan Indonesia tersebut.

Demikian Sobat Tradisi, 5 Baju Adat Sulawesi Selatan, Nama, Penjelasan dan Gambarnya . Semoga isu mengenai Baju Adat Sulawesi Selatan tadi memberi manfaat bagi Sobat untuk menambah wawasan kebudayaan Bangsa Indonesia.

Referensi :

  1. http://regional.liputan6.com/read/3060483/nama-baju-adat-bugis-yang-dikenakan-jokowi-di-sidang-tahunan-mpr
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Baju_bodo
  3. http://budaya-indonesia.org/Busana-Pattuqduq-Towaine
  4. https://afikrubik.com/rumah-pakaian-adat-toraja/

Rabu, 13 Oktober 2021

Landorundun, Legenda Putri Darah Biru Toraja

Landorundun, Legenda Putri Toraja | TradisiKita - Landorundun yaitu sebuah nama seorang putri bangsawan dari tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Putri tersebut berparas anggun serta mempunyai rambut yang sangat panjang.

Legenda mengenai Landorundun ini diceritakan oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Dan hingga dengan ketika ini, kisah mengenai putri Landorundun ini terus terjaga dalam kahidupan masyarakat Sulawesi, khususnya tempat Toraja sebagai asal mula kisah ini.

Berikut ini kami hidangkan kisah tentang Landorundun, Legenda Putri Bangsawan Toraja yg bisa kita simak bersama

Landorundun, Legenda Putri Bangsawan Toraja

 Landorundun yaitu sebuah nama seorang putri bangsawan dari tanah Toraja Landorundun, Legenda Putri Bangsawan Toraja

Datu Landorundun atau yang dikenal sebagai Landorundun yaitu seorang putri bangsawan Toraja yang tinggal di tempat Gunung Sesean(2100mdpl). Terkenal alasannya mempunyai paras yang sangat anggun dan rambut panjang yang juga sangat indah.

Pada ketika kelahiran Landorundun, terjadi ketaknormalan yg mungkin berada diluar akal, ketika itu knorma dan sopan santun bunda Landorundun melahirkan, yg keluar bukanlah sosok seseorang bayi, namun seperti btg pakis yang pada liliti sang rambut panjang & tebal.

Saat itu ayah Landorundun kaget dan tidak mengerti apa yg terjadi, lalu beliau memanggil tetua atau pemuka budbahasa buat melaksanakan ritual doa buat apa yg terjadi. Setelah ritual doa terselesaikan, barulah terdengar bunyi tangisan bayi berdasarkan pada lilitan rambut itu, lalu terlihatlah bayi Landorundun.

Knorma dan sopan santun Landorundun dewasa, ia memiliki paras yg sangat manis dan dian dianggap yang tercantik di Toraja kala itu, disamping itu beliau jua mempunyai rambut yg sangat panjang. Dalam bahasa Toraja diklaim panjang rambut Landorundun yaitu ?Sangpulo pitu da?Pana, talluratu? Dangkananna? Atau kurang lebih 25,lima meter.

Setiap pagi Landorundun mencuci rambutnya disebuah sumur ditemani oleh beberapa dayangnya. Suatu hari, knorma dan sopan santun sedang mencuci rambutnya, ada sehelai rambut yang putus. Kemudian sehelai rambut tadi dimasukkan kedalam kulit jeruk, kemudian di menghilangkan ke sungai Tangnga yang mengalir diatas sumur Landorundun.

Kulit jeruk memberikansi rambut itu pun terbawa arus hingga masuk ke Sungai Sa?Dan, Sungai Terbesar pada Toraja, yang mengalir melintasi beberapa wilayah di Sulawesi Selatan.

Beberapa saat lalu, Kulit jeruk itu sampai ke sebuah sungai yang adalah loka kekuasaan kerajaan Bone. Saat itu putra mahkota kerajaan Bone yang berjulukan Datu Bendurana sedang mandi disungai bersama beberapa pengawalnya, kemudia mereka melihat sebuah ketaknormalan didalam sungai disekitar kulit jeruk tadi, dimana terjadi pusaran air.

Datu Bendurana pun merasa ingin tau & menyuruh pengawalnya merogoh kulit jeruk tadi. Satu per satu pengawal yang mencoba mengambilnya pun keluar menurut sungai menggunakan kondisi cacat, terdapat yang buta dan terdapat jua yang lumpuh.

Karena terlalu penasaran, maka Datu Bendurana sendiri yg masuk kesungai & mengambil kulit jeruk tersebut, & dia berhasil. Saai itu dia membuka kulit jeruk yang ternyata isinya yaitu sehelai rambut yg sangat indah dan sangat panjang. Muncul dipikirannya bahwa pemilik dari rambut ini yaitu orang yang sangat spesial .

Setelah itu dia melaksanakan perjalan bersama pengawalnya melintasi sungai, hingga kesudahannya mereka tiba di loka Malangngo?, Toraja. Kapalnya nir lagi bisa melanjutkan bepergian dan kesudahannya kandas pada loka itu.

Perjalanan dia lanjutkan sampai sampai di gunung sesean. Dalam perjalannya menuju gunung sesean, ada kumpulan burung yang mengiringi perjalan tadi & selalu mengeluarkan bunyi yang tidak lazim, terdengar mirip mengucapkan kata ?Kukita? Yang dalam bahasa Indonesia berarti aku lihat. Oleh iringan burung tadi, kesudahannya Datu Bendurana & pengawalnya tiba di desa Landorundun di gunung Sesean.

Betapa kagetnya mereka knorma & sopan santun mengetahui bahwa pemilik rambut itu yaitu seorang gadis yang sangat cantik. Kemudian Datu Bendurana itu melamar Landorundun yang kemudian disetujui sang famili Landorundun dengan beberapa tahapan upacara budbahasa yg harus dilalui. Juga masih ada satu ?Basse? Atau perjanjian antar ke 2 pihak dimana bila Kerajaan Bone diserang musuh, maka rakyat Toraja wajib membantu, pula kebalikannya.

Akhirnya Landorundun berumah tangga dengan Datu Bendurana dan pulang ke kerajaan Bone. Mereka membentuk keturunan yang nantinya meneruskan kerajaan Bone. Namun pada kesudahannya Landorundun tewas & dimakamkan di daerah kerajaan Gowa. Saat ini makamnya berada pada loka Daya, Makassar.

Kisah landorundun ini meninggalkan beberapa peninggalan yang masih terjaga hingga waktu ini, yakni Desa Landorundun & sumur Landorundun pada Sesean, serta perahu Datu Bendurana beserta pengawal-pengawalnya yg ada pada Malangngo?, namun kini hanya berupa batuan.

Demikian Sobat Tradisi,cerita mengenai Landorundun, legenda putri bangsawan Toraja yang diceritakan oleh Beatrix Bulo’ (Budayawan Toraja & Pengelola Museum Landorundun). Masih banyak legenda nusantara lain mirip kisah Malin Kundang , Tangkuban Perahu dll, tentu bisa Sobat temukan di TradisiKita.my.id. Semoga memberi manfaat..

Sumber :  /search?q=legenda-landorundun

Jumat, 24 September 2021

Tari Kipas Pakarena Tari Tempat Sulawesi Selatan

Tari Kipas Pakarena Tari Daerah Sulawesi Selatan | TradisiKita - Tarian yang satu ini merupakan salah satu tarian tradisional dari kawasan Goa Sulawesi Selatan. Tari ini sudah cukup terkenal di Indonesia dengan nama Tari Pakarena atau juga sering disebut dengan Tari Kipas Pakarena.

Apakah tari Kipas Pakarena, bagaimana keindahan gerak tari kipas pakarena, bagiamana kostum tari kipas pakarena? Kali ini TradisiKita akan mengupas tuntas mengenai seni tari tradisional dari Sulawesi Selatan ini yaitu Tari Kipas Pakarena.

Tari Kipas Pakarena Tari Daerah Sulawesi Selatan

Tari Kipas Pakarena Tari Daerah Sulawesi Selatan Tari Kipas Pakarena Tari Daerah Sulawesi Selatan
Tari Kipas Pakarena

1. Tentang Tari Kipas Pakarena

Tari Pakarena atau dikenal pula menggunakan Tari Kipas Pakarena artinya galat satu tarian tradisional yang dari berdasarkan tempat Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini dibawakan sang para penari wanita dengan berbusana budbahasa & menari menggunakan gerakannya yg spesial serta memainkan kipas menjadi atribut menarinya. Tari Kipas Pakarena ini sering ditampilkan di aneka macam program yg bersifat budbahasa juga hiburan, bahkan Tari Kipas Pakarena ini juga sebagai salah satu daya tarik wisata pada Sulawesi Selatan, khususnya pada tempat Gowa.

2. Sejarah Tari Kipas Pakarena

Mungkin dari Sobat Tradisi ingin tau dengan Sejarah Tari Kipas Pakarena? Mengenai sejarah tari kipas pakarena ini sanggup dijelaskan sebagai memberikankut :

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejarah Tari Pakarena dikenal masyarakat Goa pada masa kerajaan Garantang di Sulawesi Selatan.

Dari gerakan pada tarian yg dipentaskan oleh 4 penari wanita tersebut mempunyai beberapa filosofi yg menceritakan tentang kisah kehidupan seorang manusia menggunakan penghuni langit. Dimana penghuni langit yang entah digambarkan menjadi tuhan atau pun bidadari kayangan memmemberikankan pelajaran kepada insan ihwal cara-cara bertahan hayati pada muka bumi mulai menurut cara mencari kuliner di hutan sampai bercocok tanam pada tanah.

Dari legenda tersebut lalu tumbuh agama pada warga Gowa bahwa gerakan-gerakan yang ditampilkan sang para penari merupakan gerakan penuh makan menjadi ungkapan terimakasih pada para penghuni langit.

Sedangkan nama Tari Kipas Pakarena sendiri dambil berdasarkan kata ?Lantaran? Yg berarti ?Main?. Sehingga tarian ini pula sanggup diartikan sebagi tarian yg memainkan kipas. Tarian ini kemudian diwariska turun temurun sampai sebagai suatu tradisi yang masih dipertahankan sampai kini .

Tiga. Fungsi & Makna Tari Kipas Pakarena

Bagi masyarakat Gowa, tarian ini mempunyai evaluasi yang sangat penting dan pengertian dan klarifikasi khusus di dalamnya. Salah satunya ialah sebagai ungkapan rasa syukur atas kebahagiaan yang mereka dapatkan, hal tersebut mereka ungkapkan lewat setiap gerakan para penari. Selain itu tarian ini juga menggambarkan verbal kelembutan, kesantunan, kesucian dan penuh kasih dari para wanita, hal tersebut bisa dilihat dari gerakan para penari yang lemah lembut.

4. Pertunjukan Tari Kipas Pakarena

Tari Pakarena atau Tari Kipas Pakarena dipentaskan dengan menampilkan 5 - 7 orang penari memakai pakaian budbahasa Sulawesi Selatan serta membawa aksesoris kipas sebagai ciri khasnya.

Gerakan tari kipas pakarena ini sangat artistik & sarat pengertian & penjelasan, halus bahkan sangat tidak ringan & sepele dibedakan satu dengan yg lainnya. Tarian Pakarena ini terbagi dalam 12 bagian. Setiap gerakan memiliki pengertian dan klarifikasi spesifik. Posisi duduk, sebagai mengambarkan awal & tamat Tarian Pakarena. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menerangkan daur kehidupan insan. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan.

Seorang penari Pakarena nir diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian jua menggunakan gerakan kaki, dilarang diangkat terlalu tinggi. Hal ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yg memakan ketika kurang lebih 2 jam.

5. Busana Penari Kipas Pakarena

Kostum atau Busana menurut penari Kipas Pakarena adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa? Sa?Be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), & perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar. Tahun 2007, Tari Pakarena Gantarang mewakili Sulawesi Selatan & Indonesia dalam Acara Jembatan Budaya 2007 Indonesia?Malaysia di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC).

6. Musik Pengiring Tari Kipas Pakarena

Tari Pakarena diiringi alat musik tradisional Sulawesi Selatan berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Walaupun musik tradisional yang mengiringi tari kipas pakarena ini mempunyai tempo yang cepat, namun penari justru menari dengan lemah gemulai.

7. Video Tari Kipas Pakarena

Berikut ini sebuah video tari pakarena dari youtube.com

Demikian Sobat Tradisi, informasi mengenai tari kipas pakarena atau tari pakarena menurut Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga Bermanfaat.