Sabtu, 25 Desember 2021

100 Alat Musik Tradisional Indonesia Bag.1

Alat Musik Tradisional Indonesia | TradisiKita - Artikel kali ini yaitu merupakan sebuah rangkuman kekayaan alat-indera musik tradisional Indonesia dari ujung Sumatera hingga Papua.

Alat musik tradisional tersebut merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang sebagian masih terus diregenerasi dan sanggup bertahan dari kemajuan zaman dan teknologi.

Untuk Sobat generasi muda Indonesia, ada baiknya juga mengenal indera musik tradisional asli Indonesia ini beserta asal usulnya. Ok Sobat, tanpa banyak cerita, mari kita kenali alat-alat musik tempat Indonesia dari 34 Provinsi di Indonesia.

100 Alat Musik Tradisional Indonesia

Alat musik tempat ini kami susun menurut provinsi yang berada di 4 Pulau besar di Indonesia. Hal ini untuk mememperringan dan sepelekan Sobat mengenal banyak sekali indera musik tradisional tersebut beserta tempat asalnya.

Berikut Daftar Isi 100 Alat Musik Tradisional Indonesia Bagian Pertama

Daftar Isi:

1. Teganing

dua. Bangsi Alas

3. Canang

4. Pangora

lima. Gordang

6. Doli-doli

7. Druni Dana

8. Saluang

9. Talempong

10. Pupuik Batang Padi

11. Serangko

12. Gangor

13. Puput Kayu

14. Kelintang Kayu

15. Gambus

16. Rebana

17. Nafiri

18. Bebano

19. Gambang Canar

20. Gedobak

21. Marwas

22. Dambus

23. Gambangan

24. Burdah

25. Alat Musik Tenung

26. Genggong

27. Tasa

28. Dol

29. Hermamium

30. Gamolan

31. Serdam

32. Kompang

33. Karinding

34. Kacapi

35. Angklung

36. Calung

37. Tarawangsa

38. Dogdog Lojor

39. Bedrong Lesung

40. Pantun Bambu

41. Kong'ahyan

42. Tanjidor

43. Gambang Kromong

44. Bonang

45. Saron

46. Kenong

47. Krumpyung

48. Demung

49. Gejog Lesung

50. Terompet Reog

51. Angklung Reog

52. Saronen

Provinsi Aceh

1. Teganing

Teganing yaitu merupakan alat musik pukul tradisional yang berasal dari tempat Gayo khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Alat musik Teganing dibuat dari seruas bambu pilihan dengan panjang sekitar 1 - 1,10 m.

Alat musik tradisional Teganing dimainkan dengan cara memukulnya dengan pegeul (stick) ke talinya dengan ajun dan tangan kiri memukul-mukul tubuh Teganing pengganti repa’i atau gegedem sebagai tingkahnya. Baca info tidak ada yang kurang ihwal teganing .

dua. Bangsi Alas

Alat musik tradisional Aceh yang berjulukan Bangsi Alas yaitu merupakan instrumen tiup dari bambu yang dijumpai banyak dijumpai di tempat Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan seram, yaitu kadab ada orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus hingga Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil belum dewasa tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan belum dewasa yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan digunakan sebagai Bangsi yang merdu suaranya.

3. Canang

Canang yaitu indera musik tradisional dari Aceh yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat Aceh, Gayo, Tamiang, dan Alas. Masyarakat Aceh menyebutnya "Canang Trieng", di Tamiang disebut "Kecapi" dan di Alas disebut dengan "Kecapi Olah".

Canang terbuat menurut kuningan dan bentuknya ibarat gong. Hampir tiruana tempat pada Aceh terdapat indera musik canang dan masing-masing mempunyai pengertian dan fungsi yg bhineka pula.

Fungsi canang secara umum menjadi penggiring tarian-tarian tradisional. Canang jua menjadi hiburan bagi belum dewasa gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan sesudah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi ketika senggang.

Provinsi Sumatera Utara

Mari kita lanjutkan perjalanan indera musik tradisional Indonesia ini di Provinsi Sumatera Utara :

4. Pangora

Kalo di Jawa kita mengenal alat musik Gong, dengan bentuk yang relatif sama di Sumatera Utara indera musik tradisional semacam itu disebut dengan alat musik Pangora. Namun beda tempat beda pula ciri khasnya. Di Sumatera Utara, alat musik pangora ini berbunyi "pok". Hal ini disebabkan lantaran alat musik pangora ini dipukul dengan memakai stik dan belahan pinggiran pangora diredam dengan pegangan tangan. Pangora ini yaitu jenis gong yang paling besar dengan diameter sekitar 37 cm dan ketebalan sekitar 6 cm.

lima. Gordang

Gordang (single headed drum) yaitu salah satu indera musik tradisional Batak Toba , yaitu satu buah gendang yang ludang keringh besar dari taganing yang berperan sebagai pembawa ritem konstan mau pun ritem variable. Alat musik dari Sumatra Utara yang dikenal dengan nama Gordang ini dibuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul.

6. Doli-Doli

Doli-doli yaitu alat musik menurut Sumatera Utara yg terbuat berdasarkan 4 bilah kayu yg dimainkan menggunakan cara ditiup. Alat musik tradisional Sumatera Utara jenis ini banyak dijumpai pada loka Nias.

7.  Druni Dana

Druni dana juga merupakan indera musik tradisional yang berasal dari pulau Nias. Kalau Doli-doli terbuat dari kayu, Druni Dana ini terbuat dari bambu yang dibuat sedemikian rupa hingga hampir ibarat garpu tala.

Provinsi Sumatera Barat

8. Saluang

Saluang yaitu indera musik tradisional dari Sumatera Barat yang terbuat dari Bambu Talang.Saluang mempunyai diameter sekitar 3-4 cm, panjangnya 40 - 60 cm dan hanya mempunyai 4 lubang. Alat musik tradisional Saluang ini dimainkan dengan cara ditiup.

9. Talempong

Talempong yaitu alat musik pukul tradisional khas minangkabau. Alat musik tradisional yang berkembang di masyarakat Sumatera Barat ini terbuat dari kuningan, namun sebagian ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Alat musik tradisional talempong ini sama bentuknya sama dengan alat musik bonang dalam seni gamelan di Pulau Jawa.

10. Pupuik Batang Padi

Pupuik batang padi merupakan indera musik tradisional yang berkembang di tempat Agam Sumatera Barat. Alat musik tradisional Pupuik batang padi ini memang terbuat dari ruas batang padi yang sudah renta dan berbuku. Proses pembuatan pupuik (puput) batang padi terhitung sederhana. Batang padi yang sudah renta dipecah secara hati-hati di akrab mula dan akar bukunya. Pecahan batang itu akan membentuk semacam pita bunyi yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita bunyi itu akan mengeluarkan bunyi yang melengking.

Provinsi Jambi

11. Serangko

Serangko yaitu homogen indera musik tiup yang terbuat menurut tanduk kerbau. Panjang alat musik Serangko ini mencapai 1 meter - 1,lima meter. Pada zaman berlalu & silam alat musik Serangko ini digunakan sang komandan perang buat memmemberikankan komando. Selain fungsi itu, Serangko jua digunakan untuk pemmemberikantahuan kadab terdapat petaka final hidup yang menimpa salah satu rakyat di Jambi.

12. Gangor / Cangor

Gangor Cangor merupakan indera musik tradisional Jambi yang terbuat dari bambu. Cangor merupakan alat musik sitar tabung, termasuk kelompok alat musik idio-kordofon. Alat musik ini biasanya dimainkan sebagai pelepas lelah bagi petani kadab sedang istirahat. Cangor banyak ditemukan di Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo dan Kerinci.

13. Puput Kayu

Jika di Sumatera Barat kita mengenal alat musik Puput Serunai, di Jambi ada yang namanya Puput Kayu. Puput Kayu ini yaitu homogen indera musik tradisional Jambi yang terbuat dari kayu. Alat musik Puput Kayu tergolong alat musik tiup. Puput Kayu ini homogen serunai yang ditidak ada yang kurangi lidah-lidah sebagai alat bantu tiup, pada tubuh puput kayu terdapat tujuh lubang nada. Puput kayu dimainkan sebagai petidak ada yang kurang alat kesenian pada ketika mengiringi lagu dan tarian tradisional Jambi.

14. Kelintang Kayu

Di Jambi kita juga sanggup menemui indera musik tradisional yang disebut Kelintang Kayu. Kelintang kayu juga termasuk indera musik tradisional Jambi yang terbuat dari potongan-potongan kayu yang dimainkan dengan cara dipukul.

Provinsi Riau

15. Gambus

Gambus yaitu salah satu indera musik tradisional dari Riau yang bentuknya mirip dengan gitar, namun mempunyai bentuk yang mirip dengan buah labu dibagi dua. Alat musik Gambus merupakan jenis alat musik petik yang memilik jumlah senar antara 3- 12 buah.

16. Rebana

Rebana yaitu sebuah alat musik pukul yang terbuat dari kayu dengan salah satu sisinya ditutup memakai kulit kayu. Alat musik tradisional asal Riau ini umumnya berbentuk lingkaran pipih dengan banyak sekali ukuran dari yang besar hingga kecil. Rebana biasa digunakan untuk mengiringi nyanyian dan tarian rakyat. Alat musik rebana ini sangat dikenal dan banyak digunakan semenjak zaman kerajaan Melayu Kuno yang sering digunakan ketika upacara pernikahan.

17. Nafiri

Nafiri adalah alat musik tiup yang berasal dari Provinsi Riau. Alat musik tiup yang mirip dengan terompet ini mempunyai fungsi sebagai memberikankut : Pengiring tarian tradisional, sebagai alat musik yang utama di dalam musik robat yang merupakan musik yang dimainkan di lingkungan masyarakat, sebagai melodi yang digunakan untuk memilih gerakan-gerakan silat, untuk penobatan raja-raja kadab Riau masih berbentuk kerajaan-kerajaan serta darah biru, tanda terhadap terjadinya peperangan, musibah, dan final hidup serta alat yang digunakan sebagai penanda spiritual untuk memanggil dewa, roh, atau arwah nenek moyang.

Provinsi Kepulauan Riau

18. Bebano

Bebano yaitu merupakan indera musik tradisional berupa perkusi yang mengiringi musik bukoba (koba). Bukoba yaitu merupakan tradisi mulut yang didendangkan pada ketika program perhelatan mirip pernikahan.

19. Gambang Camar

Gambang Camar indera musik yang terbuat berdasarkan kayu & logam yang dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul. Gambang Camar termasuk jenis indera musik silofon, yang terdiri menurut enam bilah ebonit yg ditempatkan dalam rak bersayap. Gambang Camar dimainkan ketika peringatan hari akbar Islam dan program hiburan sehari-hari.

20. Gedobak

Gedombak yaitu indera musik tradisional Kepulauan Riau yang dibunyikan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit hewan dan rotan. Gedombak homogen gendang ibarat piala. Gendang ini dibunyikan untuk mengiringi teater mak yong yang terkenal di tempat Riau. Gedombak dimainkan bersama dengan nafiri, gong tetawak, breng-breng (gong pipih) dan ceracap (tepuk bambu).

21. Marwas

Alat musik tradisional Marwas yaitu merupakan sebuah gendang yg ukuran ludang keringh mini menurut gendang biasa, terbuat dari kulit kambing, kayu cempedak & rotan. Marwas termasuk keliru satu indera dalam tarian musik zapin. Dalam tataran musik zapin, marwas berfungsi menjaga kestabilan intro dan melahirkan harmoni musikal. Alat musik ini sanggup pula berfungsi menjadi ketukan atau mat.

Provinsi Bangka Belitung

22. Dambus

Dambus merupakan kesenian khas masyarakat Bangka Belitung yang memakai alat musik dan lagu-lagu khas dambus sendiri. Alat musik dambus merupakan indera musik tradisional khas Bangka Belitung yang mempunyai bentuk mirip dengan gitar. Alat musik ini terdiri dari kepala yang berbentuk kepala rusa, senar dan juga tubuh dambusnya. Sesungguhnya alat musik dambus sudah ada semenjak zaman berlalu dan silam kala dalam adat melayu, namun seiring berjalannya waktu, Bangka Belitung mempunyai ciri khas tersendiri untuk alat musik dambusnya. Lantunan nada yang dihasilkan dari padabn senarnya begitu pas dengan irama musik melayu

23. Gambangan

Gambangan yaitu merupakan indera musik tradisional ibarat alat musik marimba atau gamelan di Jawa dan Bali. Namun indera musik tradisional orisinil Belitung ini ternyata sudah ada semenjak zaman berlalu dan silam. Alat musik gambangan ini terbuat dari materi kayu lempung atau kayu yang ringan mirip meranti, medang, libut, dan sengkrubong. Penggunaan jenis kayu tersebut kata Repiah sangat mempengaruhi kualitas bunyi yang dihasilkan oleh Gambangan. Kayu nomor satu yang dianggap paling elok yaitu kayu cengal dan kayu berubok. Akan tetapi ketika ini jenis kayu tersebut sudah sangat langka.

Provinsi Sumatera Selatan

24. Burdah / Gendang Oku

Burdah atau Gendang Oku ini yaitu indera musik tradisional dari Sumatera Selatan homogen rebana yang terbuat dari kayu dan kulit binatang. Dibandingkan dengan rebana, ukuran burdah ludang keringh besar. Di Sumatera Selatan, indera musik tradisional Burdah / gendang oku ini dimainkan untuk mengiringi lagu Islami (barjanji) pada program keagamaan yang dimainkan sendiri maupun berkelompok. Burdah juga sering digunakan untuk mengiringi kesenian pencak silat.

25. Alat Musik Tenun

Alat musik tradisional dari Sumatera Selatan selanjutnya disebut dengan indera musik tenun . Disebut indera musik tenun dikarenakan alat musik ini biasanya dipergunakan sebagai penghibur para pekerja yang sedang menenun. Alat musik tenun ini terbuat dari kayu yang berbentuk persegi panjang, dengan ornamen segitiga berangkai ditengahnya. Segitiga berangkai yang berada di tengah alat musik inilah yang dibunyikan dengan cara dipukul sehingga menimbulkan bunyi dengan nada-nada tertentu.

26. Genggong

Selain ditemukan di tempat Bali, ternyata Genggong juga ada di Sumatera Selatan. Namun walaupun namanya sama ternyata bentuknya sangat berbeda. Genggong ini merupakan salah satu indera musik tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Besemah Kota Pagaralam, homogen alat musik tiup yang menghasilkan bunyi mirip harmonika. Alat musik ini terbuat dari bilah bambu, kayu, pelepah enau atau logam dan dimainkan dengan cara dipegang ditangan kiri dan belahan sisinya ditempelkan ke bibir. Selanjutnya dengan mainkan pengecap getar yang ada pada genggong dengan ajun maka genggong akan menghasilkan bunyi.

Provinsi Bengkulu

27. Tasa

28. Dol

Sekilas dol berbentuk mirip beduk. Berbentuk setengah bulat lonjong dan berhiaskan ornamen rona-warni. Dol terbuat menurut kayu atau bonggol kelapa yg dikenal & poly digunakan ringan namun besar lengan berkuasa atau kadang pula terbuat dari kayu pohon nangka. Bonggol pohon kelapa dilubangi dan belahan atasnya kemudian ditutup kulit sapi atau kulit kambing. Diameter dol terbesar sanggup mencapai 70-125 centimeter menggunakan tinggi 80 cm dan alat pemukulnya berdiameter 5 centimeter & panjangnya 30 centimeter.

29. Hermamium

Alat musik tradisional Hermanium berbentuk persegi, bahannya terbuat dari kayu, besi, kertas dan plastik. Pada tubuh indera musik tradisional dari Bengkulu yang satu ini dihiasi dengan ornamen flora. Alat musik Hermanium ditemukan pada bulan Maret 1983 di Kota Bengkulu.

Provinsi Lampung

30. Gamolan

Gamolan yaitu indera musik tradisional yang ibarat gamelan. Alat musik Gamolan dari Provinsi Lampung ini merupakan alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Diperkirakan alat musik khas Lampung ini sudah dimainkan masyarakat Lampung kuno semenjak era ke-4 masehi, akan tetapi hingga dengan ketika ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui dari kekayaan indera musik tradisional ini.

31. Serdam

Serdam merupakan alat musik tiup tradisional dari Provinsi Lampung yang terbuat dari bambu dan mempunyai nada pentatonis. Berbeda dengan Seruling atau Suling, Serdam umumnya menghasilkan nada dasar G = do, terdiri dari 5 lubang yang menghasilkan tangga nada memberikanrama do, re, mi, sol, la dan si (1, 2, 3, 5, 6 dan 7). Instrumen musik Lampung ini terbuat dari bambu yang berbentuk lingkaran berdiameter + 1 cm dengan panjang + 25,5 cm. Diameter lubang peningkah + 4 mm, jarak dari ujung buluh ke lubang peningkah + 4 cm, sedang jarak antara masing-masing lubang peningkah + 2 cm. Jarak lubang klep I dan klep II + 1,5 cm sedangkan jarak peniup ke klep I + 4 cm.

32. Kompang / Khaddap

Kompang merupakan homogen indera musik tradisional yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Melayu pada umumnya. Hampir mirip dengan alat musik rebana, Kompang merupakan indera musik tradisional dari Provinsi Lampung yang dibuat dari kayu dan kulit kambing. Di beberapa tempat di Lampung, alat musik Kompang juga disebut dengan Khaddap. Keberadaan alat musik ini dikaitkan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia.

Provinsi Jawa Barat

33. Karinding

Karinding yaitu indera musik tradisional Jawa Barat khususnya suku Sunda. Karinding ini berasal dari beberapa tempat di Jawa Barat mirip dari Citamiang, Pasir Mukti, Tasikmalaya, Malangbong (Garut) dan Cikalong Kulon (Cianjur), provinsi Jawa Barat. Di tempat tadi biasanya indera musik tradisional karinding dibuat dari pelepah kawung (pohon aren) sedangkan dibeberapa tempat mirip di Limbangan dan Cililin, kebanyakan alat musik karinding dibuat dari bambu.

34. Kacapi

Kacapi yaitu merupakan indera musik tradisional Jawa Barat. Kacapi merupakan alat musik utama dalam tembang sunda atau mamaos cianjuran. Alat musik tradisional yang merupakan salah satu icon dari Jawa Barat ini dipergunakan dengan cara dipetik. Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi sanggup dibedakan menjadi 2, yaitu kacapi indung (kacapi induk) dan kacapi rincik (kacapi anak).

35. Angklung

Siapa sih yang enggak kenal angklung? indera musik tradisional yang berasal dari tempat Jawa Barat ini sudah mendunia, dan tentu saja kita sebagai generasi penerus Bangsa mempunyai tanggung tpendapat yang sama untuk melestarikan kebudayaan Indonesia ini. Angklung yaitu indera musik tradisional yang terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyang. Benturan antara tubuh pipa bambu akan menghasilkan bunyi yang mempunyai nada-nada tertentu diubahsuaikan dengan besaran bambu yang digunakannya.

36. Calung

Nah bila angklung digunakan dengan cara digoyang, indera musik tradisional Jawa Barat yang berjulukan calung ini dibunyikan dengan cara dipukul. Biah bambu yang disusun berjajar ini dipukul ruas-ruasnya sehingga menimbulkan nada. Alat musik calung memang merupakan prototipe dari alat musik angklung. Alat musik ini dibuat dari Jenis bambu untuk pembuatan calungdimana kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

37. Tarawangsa

Tarawangsa yaitu indera musik tradisional Jawa Barat yang dimainkan dengan cara di gesek. Alat musik tradisional tarawangsa ini keberadaannya ludang keringh renta dari alat musik rebab. Terbukti indera musik tradisional tarawangsa disebutkan dalam naskah kuno era ke 18 sewaka darma. Alat musik ini sanggup ditemui di beberapa tempat di Jawa Barat dan Banten. Yaitu di tempat Rancakalong (Sumedang), Cibalong dan Cipatujah (Tasikmalaya), Banjaran (Bandung) dan Kanekes (Banten)

Provinsi Banten

38. Dogdog Lojor

Dogdog lojor merupakan indera musik tradisional dari Banten yang berbentuk bedug namun dengan ukuran yang ludang keringh kecil dan panjang. Alat musik tradisional ini biasanya digunakan untuk mengiringi program adat mirip seren taun, ruwatan dll. Dalam sebuah acara, biasanya digunakan 2-3 dogdog lojor yang mempunyai panjang sekitar 1 meter. Selain dogdog lojor juga digunakan indera musik tradisional lainnya mirip angklung.

39. Bendrong Lesung/Lisung

Lesung sesungguhnya merupakan salah satu alat untuk menumbuk padi. Namun di Banten alat ini menjadi sebuah indera musik tradisional pada perhelatan bendrong lesung. Dimana beberapa pemain bedrong lesung secara serempak memukul lesung dengan memakai halu sehingga menimbulkan bunyi tuk-tuk. Namun pertunjukan ini menjadi menarik lantaran diiringi semangat kebersamaan dan kesahajaan masyarakat Banten.

40. Pantun Bambu

Kesenian Pantun Bambu yaitu salah satu kesenian yang masih bertahan di Provinsi Banten. Alat musik tradisional ini terbuat dari ruas bambu dengan diamater rata-rata 10 sentimeter dan panjang 80 hingga 100 sentimeter atau sekira satu meter. Ruasnya dua dengan lubang di tengah dan berlidah dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Pantun bambu ini dimainkan dengan cara dipukul.

Provinsi DKI Jakarta

41.Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong

Alat musik Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong yaitu indera musik tradisional dari Tionghoa yang telah digunakan oleh masyarakat Betawi semenjak zaman Belanda dalam kesenian gambang kromong, lenong dan ondel-ondel. Alat musik gesek ini bentuknya hampir mirip dengan rebab. Alat musik tradisional Betawi Kong'ahyan, Tehyan dan Sukong ini mempunyai beberapa perbedaan diantaranya, yaitu :

  • Kong’ahyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran kecil dengan nada dasar D yang ( disebut sebagai melodi )
  • Tehyan mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa berukuran sedang dengan nada dasar A ( disebut juga rythem )
  • Sukong mempunyai ukuran tempurung(batok) kelapa yang berukuran paling besar dengan nada dasar G ( disebut juga sebagai bass )

42. Tanjidor

Tanjidor yaitu salah satu grup band tradisional Betawi yang sangat dikenal dan banyak digunakan. Seni musik yang dimainkan secara berkelompok ini sangat banyak dipengaruhi oleh musik Eropa. Alat-alat musik yang dimainkan dalam kesenian Tanjidor terdiri dari klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan tambur. Grup musik Tanjidor biasanya terdiri dari 7-10 orang yang memainkan repertoar lagu diatonik maupun lagu-lagu yang bertangga nada pelog bahkan slendro. Sekarang ini, musik Tanjidor ludang keringh sering dipertunjukkan untuk mengarak pengantin dan menyambut tamu agung.

43. Gambang Kromong

Gambang Kromong yaitu kesenian musik tradisional dari betawi dengan memadukan alat musik Gamelan dan alat musik dari Tionghoa. Kesenian musik tradisional ini merupakan hasil akulturasi budaya antara budaya Tionghoa dan pribumi. Nama Gambang Kromong sendiri diambil dari nama kedua alat musik yang di mainkan yaitu gambang dan kromong.

 Provinsi Jawa Tengah

44. Bonang

Bonang yaitu instrumen musik yang dimainkan dengan cara dipukul dengan memakai pemukul khusus. Bonang terbuat dari perunggu, kuningan dan besi. Dalam gamelan jawa dikenal istilah bonang barung dan bonang penerus. Perbedaan bonang barung dan penerus terletak dari ukurannya serta fungsi keduanya. Bonang barung berukuran ludang keringh besar dan beroktaf tengah hingga tinggi, berfungsi sebagai pembuka dan penuntun dari sebuah lagu. Sedangkan bonang penerus berukuran ludang keringh kecil dan beroktaf tinggi dimainkan dengan kecepatan 2 kali ludang keringh cepat dari bonang barung.

45. Saron

Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan dan dimainkan dengan cara dipukul. Saron terbuat dari lembaran logam, sedangkan pemukulnya terbuat dari kayu. Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Kadab mengiringi lagu ditabuh pelan.

46. Kenong

Kenong yaitu indera musik tradisional Jawa Tengah yang berfungsi sebagai penentu batas gatra dan penegas irama. Kenong dibunyikan dengan cara dipukul. Bentuk kenong hampir sama dengan bonang hanya saja ukurannya ludang keringh besar. Alat ini juga dipukul memakai alat pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah dalam satu set bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.

Provinsi DI Yogyakarta

47. Krumpyung

Krumpyung merupakan nama kesenian sekaligus indera musik tradisional yang dipergunakan. Kesenian krumpyung berasal dari Dusun Tegiri, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Pencipta kesenian krumpyung ini yaitu Bapak Sumitro.

Alat musik krumpyung bisa dibilang menjadi seperangkat gamelan yg masing-masing alat musiknya dibentuk menurut bambu.

48. Demung

Demung merupakan indera musik tradisional jawa pada umumnya. Khususnya di Yogyakarta, demung merupakan indera musik tradisional gamelan yang terdiri dari beberapa bilah besi yang disusun pada balok kayu dengan susunan menurut nada. Cara memainkan alat musik tempat ini yaitu dengan cara dipukul dengan alat pemukul.

49. Gejog Lesung

Gejog lesung merupakan kesenian khas Yogyakarta yang memakai lesung sebagai indera musik tradisional nya. Sama halnya dengan kesenian tradisional Banteng yaitu Bendrong lesung, gejog lesung juga dimainkan serempak oleh beberapa pemain.

Provinsi Jawa Timur

50. Terompet Reog

Terompet reog yang digunakan pada kesenian reog ponorogo mempunyai ciri khas bentuk dan bunyi yang unik. Terompet reog terbuat dari kayu dan bambu serta tempurung kelapa, dibunyikan dengan cara ditiup. Bentuk terompet reog sangat unik dengan ukuran besar diujung bawah dan mengerucut mengecil dibagian yang ditiup serta ada sekat yang terbuat dari tempurung kelapa dengan bentuk ibarat kumis sang peniup terompet reog. Terompet reog mempunyai 6 lubang yang berfungsi untuk mengatur nada serta 1 lubang dimula dan akar untuk meniup.

51. Angklung Reog

Alat musik tradisional Jawa Timur lainnya yg juga unik & memiliki kekhasan bila dibandingkan menggunakan alat musik serupa pada Jawa Barat yaitu Angklung. Angklung reog ponorogo memiliki bentuk lengkungan dibagian atas dan dihiasi sang aksesoris & pernik rona warni sebagai akibatnya ludang keringh menarik & senada dengan pakaian para penari reog ponorogo.

52. Saronen

Saronen yaitu merupakan alat musik dan sekaligus nama kesenian yang berasal dari Madura Jawa Timur. Kesenian musik saronen Jawa Timur ini memakai 9 alat musik yang terdiri dari 1 saronen, 1 gong besar, 1 kempul, 1 kenong besar, 1 kenong tengahan, 1 kenong kecil, 1 korca, 1 gendang besar, 1 gendang dik-glugu dan norak ( gendang kecil ). Saronen yang merupakan alat musik tiup berbentuk kerucut, terbuat dari kayu jati dengan enam lobang berderet di depan dan satu lubang di belakang. Sebuah gelang kecil dari kuningan mengaitkan belahan bawah dengan belahan atas ujungnya terbuat dari daun siwalan . Pada mula dan akar atas musik itu ditambah sebuah sayap dari tempurung ibarat kumis.

Bersambung Ke Bagian 2 >>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar