Rabu, 29 Desember 2021

Tari Likok Pulo Aceh, Media Pengembangan Dakwah Islam Dimasa Periode Kesultanan Aceh

Tari Likok Pulo ialah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh, Indonesia. Tarian ini pada awalnya dipakai sebagai media pengembangan dakwah Islam dimasa abad kesultanan Aceh. Tari yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki ini diciptakan oleh Ulama pendatang dari Arab yang menetap di desa Ulee Paya.

Pada kesempatan ini, TradisiKita akan membahas tari Likok Pulo dari Aceh, sebagai salah satu rujukan dari beberapa tari tradisional Aceh .

 ialah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh Tari Likok Pulo Aceh, media pengembangan dakwah Islam dimasa abad kesultanan Aceh

1. Apakah Tari Likok Pulo Itu?

Tari Likok Pulo merupakan  tarian tradisional yang berasal dari Aceh, Indonesia. Tarian ini dimainkan menggunakan cara duduk berlutut dan dimainkan oleh penari laki-laki berjumlah ganjil . Seorang laki-laki yang duduk ditengah barisan penari disebut Syekh & penari lainnya yg duduk disebelah kanan dan kirinya diklaim Apit atau Pengapit. Tarian ini biasa menggunakan kepingan badan, ketua, tangan dan juga pinggul. Tangan berselang-seling ke kanan & ke arah kiri, ke muka dan ke belakang, terkadang juga keatas secara serentak.

Biasanya tarian ini dimainkan di atas pasir pada tepi pantai menggunakan hanya membentangkan sehelai tikar

2. Sejarah dan Asal Usul Tari Likok Pulo

Secara bahasa tari Likok Pulo  berasal dari dua kata yakni ‘Likok’ yang berpengertian dan klarifikasi ‘gerak tari’ dan ‘Pulo’ yang berarti ‘pulau’. Pulau yang dimaksudkan dalam istilah ini ialah sebuah pulau kecil yang terdapat di ujung pelosok utara pulau Sumatra yang kerap disebut sebagai Pulau Beras (Breuh), tepatnya di Kampung Ulee Paya, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Pulau Beras Selatan tersebut terletak kita-kira 30 mil dari pelabuhan Ulee Lheue.

Tari Likok Pulo diciptakan sang seorang ulama renta yang berasal berdasarkan Arab menetap pada Ulee Paya, ulama tadi hanyut dari laut & terdampar ke Pulau Beras Selatan. Pada dikala itu beliau mulai mengembangkan Agama Islam pada Pulau Beras Selatan. Untuk sarana pengembangan Agama Islam pada sana, maka diciptakanlah sebuah kesenian sebagai wadah rendezvous. Lantaran kesenian ini belum memiliki nama khusus, maka setelah diperhatikan permainannya yang penuh dengan Likok-Likok (Gerak Tari) maka disebutlah permainan (tari) ini dengan Likok, sebab asal berdasarkan Pulo Aceh maka nama tidak ada yang kurang menurut tari itu ialah Likok Pulo Aceh, merupakan Likok yg asal berdasarkan Pulo Aceh.

Menurut beberapa sumber, tarian Likok Pulo Aceh ini diciptakan sekitar tahun 1849, biasanya digelar setelah menanam padi atau masa menjelang panen tiba.

Tiga. Fungsi & Makna Tari Likok Pulo

Selain sebagai sarana hiburan dan perlombaan, tarian ini memiliki beberapa fungsi tertentu bagi para penarinya, diantaranya:

  1. Untuk alat olah tubuh (senam irama)
  2. Untuk mengasah keterampilan, sebab tarian ini membutuhkan konsentrasi yang matang
  3. Menunjukkan sifat kegotongroyongan
  4. Memperkuat ketangkasan dan kesabaran.

4. Pertunjukan Tari Likok Pulo Aceh

Tarian ini dimainkan menggunakan cara duduk berlutut dan dimainkan oleh penari laki-laki berjumlah ganjil . Seorang laki-laki yang duduk ditengah barisan penari disebut Syekh & penari lainnya yg duduk disebelah kanan dan kirinya diklaim Apit atau Pengapit. Tarian ini biasa menggunakan kepingan badan, ketua, tangan dan juga pinggul. Tangan berselang-seling ke kanan & ke arah kiri, ke muka dan ke belakang, terkadang juga keatas secara serentak.

Gerakan tari likok pulo ini pada prinsipnya artinya gerakan olah tubuh, keterampilan, keseragaman atau kesetaraan menggunakan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, ke samping kiri atau kanan, ke atas, dan melingkar berdasarkan depan ke belakang, dengan tempo mula lambat hingga cepat.

Tarian ini digolongkan ke pada tari hiburan yang lazim dimainkan pada malam hari sesudah tamat panen atau dalam seremoni-seremoni lainnya. Tarian ini jua tak jarang diperlombakan antara satu grup menggunakan grup lainnya menurut kampung yang satu menggunakan kampung lainnya. Waktu perlombaannya umumnya mulai jam 21.00 hingga pagi.

5. Musik Pengiring Tari Likok Pulo Aceh

Tarian yang menampilkan gerak-gerak (likok) yang atraktif dan enerjik ini biasanya ditampilkan dengan dua orang penabuh rapa'i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Rapai merupakan salah satu alat musik tradisional Aceh , yaitu alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Terbuat dari kayu yang dibuat lingkaran dengan lubang ditengahnya, salah satu lubang ditutup dengan kulit binatang.

6. Kostum & Properti Penari Likok Pulo

Para penari rapai ini umumnya memakai pakaian spesial Aceh berupa kemeja, celana panjang menggunakan balutan sarung (songket aceh) melingkar dipinggang para penari.

Pada tarian ini sanggup jua ditidak terdapat yg kurangi dengan properti berupa boh likok atau bambu, akan menyebabkan tarian tradisional aceh ini ludang kecepeh atraktif & unik.

Baca Juga : Pakaian Adat Aceh

7. Video Tari Likok Pulo

Sobat tradisi, untuk ludang kecepeh mengenal tari likok pulo ini, yuk kita simak sebuah video tari likok pulo

Demikian Sobat tradisi, fakta perihal Tari Likok Pulo Aceh, media pengembangan dakwah Islam dimasa abad kesultanan Aceh.

Referensi :

  1. /search?q=tari-liko-pulo-aceh
  2. http://aceh.net/news/detail/sejarah-dan-pengertian dan penjelasan-tarian-likok-pulo-aceh
  3. https://www.youtube.com/watch?v=OY0oRmRsM5k

Tidak ada komentar:

Posting Komentar